Download Canon MP287 Driver

Canon Mp287 merupakan Printer yang dapat digunakan untuk mencetak , memindai dan mengkopi sekaligus. Printer mp287 ini merupakan printer cocok untuk digunakan dirumah maupun di kantor.

Saya ingin berbagi kepada anda sebuah software yaitu Canon MP287 Driver . Software Canon Mp287 ini mempunyai ukuran 22 Mb bisa anda gunakan untuk Windows Xp, Windows Vista, Windows 7 maupun Windows 8.

Silahkan mendownload Driver Canon Mp287 ini di situs download Fileswan.com ,

berikut linknya : Download Canon MP287 Driver

 

Download Canon Ip 2770 driver

downloaddriverip2770

Saya akan berbagi sebuah Driver yang mungkin anda butuhkan. Canon Ip 2770 driver merupakan nama driver tersebut. Menarik karena Canon Ip 2770 merupakan printer yang laris di pasaran. Sehingga akan banyak yang mencari driver ini di Internet.

Driver ini dapat dipakai untuk segala macam versi windows baik windows xp, Windows Vista, Windows 7, maupun windows 8.

Silahkan anda dapat menuju situs yang memposting Canon Ip2770 Driver disini

Terima kasih telah berkunjung di blog ini, silahkan berkomentar

Ada Apa dengan Uban?

oleh : al-Ustadz Abul-Hasan al-wonogiry hafizhahullah

Disebutkan dalam hadits Amr bin Syu’aib : “Janganlah kalian mencabut uban ,karena itu cahaya seorang muslim ( dalam lafadz yang lain : mu’min ) tidaklah seorang muslim yang tumbuh ubannya melainkan ditulis untuknya satu kebaikan dan diangkat derajatnya ….” (Dishohihkan oleh Al-bany dalam Shohih Sunan Ibnu Majah)

Hikmah dalam Uban :
1. Cahaya seorang muslim .
2. Peringatan dekatnya ajal karena mayoritas tumbuh pada manula .
3. Memendekkan angan -angan .
4. Pendorong amal sholih .
5. Menambah kewibawaan .

Berkata Ibnul A’roby : ” Dilarang mencabut tanpa menyemir karena mencabut merudah ciptaan dari asalnya adapun menyemir tidak “.
tetapi dilarang menyemir uban dengan warna hitam .

Disebutkan oleh Ibnu Abdil Bar dari Ibnu Abbas : “Uban yang diubun-ubun adalah kemuliaan , uban dipelipis adalah sifat waro’, uban di kumis adalah buruk uban ditengkuk adalah celaan “.

Sumber : http://almuwahhidiin.com/

Empat Perkara yang Wajib dipelajari setiap Muslim

Bismillahirrahmanirrahim,
Segala puji hanya bagi Allah, dan shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad dan para pengikutnya. Amma ba’du.

Wahai kaum muslimin, ketahuilah! Sesungguhnya ada empat perkara yang wajib untuk kita mempelajarinya, yaitu :

Pertama, Ilmu
Dan ilmu adalah kita mengenal Allah, mengenal RasulNya serta mengenal agama islam dengan berpijak diatas dalil-dalil.

Kedua, Beramal dengan ilmu tersebut.
Ketiga, Kita mendakwahkan ilmu tersebut.
Keempat, Kita bersabar untuk tiga perkara diatas.

Adapun dalil akan wajibnya mempelajari empat perkara diatas adalah firman Allah :
وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ.
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, dan beramal saleh, dan saling mewasiatkan kebenaran serta saling berwasiat untuk bersabar”. Al ‘ashr : 1-3.

Al Imam Asy Syafi’i berkata tentang surat ini : “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah melainkan hanya surat ini saja, maka sungguh hal itu sudah cukup bagi manusia”.

Al Imam Al Bukhari membuat sebuah bab dalam kitab shohihnya;
” العلم قبل القول و العمل “
“berilmu sebelum berucap dan beramal”, berdalilkan dengan ayat :
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
“Ketahuilah, bahwasanya tiada Ilah yang berhak untuk diibadahi kecuali Allah dan mohonlah ampunan untuk dosamu”. Muhammad : 19.

Maka wajiblah seorang Muslim agar berilmu sebelum ia berucap dan beramal.

Wallahul Muwaffiq.
[disadur oleh Imam Syuhada Al Iskandar, lihat kitab Tsalatsah al Ushul karya Syekh Muhammad at Tamimi]

Sumber: http://imamsyuhada.wordpress.com

Pemilik Satu Dirham yang Tertawa

pemilik-satu-dirham-tertawa

Muhammad bin Thohir Al Maqdisi namanya. Dia salah satu dari sekian ulama yang menanggung penderitaan dalam menuntut ilmu. Suatu ketika dia berkata: “Saya pernah kencing darah 2 kali saat-saat belajar hadits; sekali di Baqdad dan sekali di Mekkah karena saya berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki dibawah terik sinar matahari yang menyengat. Suatu ketika Muhammad bin Thohir Al Maqdisi bercerita tentang perjalanan menuntut ilmunya.

Suatu hari saya tinggal di Tunis bersama Abu Muhammad bin Haddad. Bekal saya semakin menipis hingga yang tersisa hanya “Satu dirham”. Saat itu saya sangat membutuhkan roti untuk mengganjal perut saya. Bersama dengan itu juga saya sangat membutuhkan kertas untuk menulis ilmu. Saya bingung ! saya bingung!

Kalau uang satu dirham ini saya belikan roti maka saya tidak mempunyai kertas untuk menulis ilmu. Jika uang satu dirham ini saya gunakan untuk membeli kertas, maka saya akan kelaparan. Kebingungan ini terus berlanjut hingga 3 hari dan selama itu pula saya tidak merasakan makanan sama sekali. Perut saya tidak terisi dengan sesuatu apapun selama 3 hari. Pada pagi hari keempat, dalam hati saya berkata: “Kalau saya mempunyai kertas, saya tidak akan bisa menulis karena saya sangat lapar. Maka saya pun memutuskan untuk membeli sepotong roti dan meletakkan satu dirham tersebut di dalam mulut saya untuk bermain-main dengannya saya pun menuju ke penjual roti. Tanpa terasa saya telah menelan satu dirham tersebut sebelum saya membeli sebuah roti, maka sayapun menertawakan diri saya dan salah satu temanku mendatangiku kemudian berkata : “Apa yang membuat anda tertawa?” Saya menjawab sesuatu yang baik, terus temanku mendesakku untuk menceritakannya tetapi saya terus menolaknya, ia pun terus mendesak saya sehingga saya pun menceritakan kepadanya kisahku ini, maka dia pun mengajak saya kerumahnya dan memberikan saya makanan. (Sumber:Tazkiratul Huffadz/ Imam  Adzahabi)

Mutiara Kisah:

1)     Mengenal sosok ulama hadist yang bernama Muhammad bin tohir

2)     Kesabaran para ulama terdahulu dalam menuntut ilmu

3)     Besarnya keutamaan menuntut ilmu agama

4)     Ilmu tidak akan didapatkan dengan badan yang santai

5)     Bolehnya menceritakan kisah hidup kita  kepada orang lain

6)     Alloh akan memberi rizki kepada hamba-hambaNya dari arah yang dia tidak menyangkanya

Penulis : Ustadz Abu Imron Sanusi
Sumber : Kisah-kisah Keteladanan, Kepahlawanan, Kejujuran, Kesabaran, Menggugah, serta Penuh dengan Hikmah dan Pelajaran Sepanjang Masa. Penerbit : Maktabah At-Thufail, Panciro-Gowa (Makassar-Sulsel).

Sumber : Almakassari.com

Download Kajian Kitab Irsyadul Bariyyah oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed

Irsyadul Bariyyah merupakan salah satu kitab terbaik dalam menjelaskan manhaj salafush shalih yang harus dipedomani. Kitab ini ditulis oleh Syaikh Abu Abdissalam Hasan bin Qasim Ar Rimmi. Berikut ini merupakan rekaman dari kajian kitab Irsyadul Bariyyah yang disampaikan oleh Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed. Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed termasuk dari salah satu ustadz yang sangat sering mengajarkan isi kitab ini di banyak daerah. Silakan klik link di bawah ini untuk mendownload.

Judul

 

Ukuran (MB)

Durasi

Link Download

1. Manhaj Salaf Adalah Prinsip Kami ! 13.4 117:14 4Shared Mediafire
2. Mengikuti Jalannya Salaf Adalah Prinsip Kami ! 10.6 92:40 4Shared Mediafire
3. Berusaha Istiqomah Dengan Islam Adalah Prinsip Kami ! 11.0 96:17 4Shared Mediafire
4. Mendahulukan Tauhid Adalah Prinsip Kami ! 10.1 88:52 4Shared Mediafire
5. Meninggalkan Perdebatan Adalah Prinsip Kami ! 8.95 78:15 4Shared Mediafire
6. Mengutamakan Persatuan Adalah Prinsip Kami ! 6.34 55:24 4Shared Mediafire
7. Selalu Menampakkan Sunnah Adalah Prinsip Kami ! 4.04 35:21 4Shared Mediafire
8. Tidak Fanatik Buta Adalah Prinsip Kami ! 12.3 108:14 4Shared Mediafire

Sumber : portal-ilmu.net

Untukmu Yang Bertanya Tentang Tatacara Wudhu Yang Benar

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir

wudhu

Mengetahui bagaimana tatacara wudhu yang benar adalah sebuah perkara yang sangat penting dikarenakan wudhu adalah ibadah yang sangat agung yang merupakan syarat sah ibadah shalat seseorang. Disamping itu wudhu mempunyai keutamaan yang sangat banyak dan diantara keutamaan wudhu yang datang penyebutannya didalam sebuah hadist yaitu dimana Rasulullah shallallahu aalaihi wasallam bersabda :

مَامِنْكُمْمِنْأَحَدٍيَتَوَضَّأُفَيُبْلِغُأَوْفَيُسْبِغُالْوُضُوءَثُمَّيَقُولُأَشْهَدُأَنْلاَإِلَهَإِلاَّاللَّهُوَأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُاللَّهِوَرَسُولُهُإِلاَّفُتِحَتْلَهُأَبْوَابُالْجَنَّةِالثَّمَانِيَةُيَدْخُلُمِنْأَيِّهَاشَاءَ

“ Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa : “ Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Dalam sebuah riwayat : “Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya” (HR. Muslim)

yang hal ini dicapai dengan niat yang ikhlas dan berwudhu dengan benar, oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana tatacara wudhu yang benar.

Syarat-syarat Wudhu

Wudhu mempunyai syarat-syaratnya yang sebagiannya merupakan syarat-syarat ibadah yang lainnya juga. Yaitu Islam, berakal, tamyyiz, niat, menggunakan air yang suci, menghilangkan apa yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit, seperti tanah, cat, dan yang lainnya.

Fardhu-fardhu Wudhu

Menurut pendapat yang benar insya Allah bahwasanya wajib dan fardhu mempunyai makna yang sama tidak ada perbedaan. Fardhu-fardhu wudhu ada enam yaitu : mencuci wajah termasuk bagian wajah berkumur-kumur dan istinsyaq, mencuci kedua tangan sampai siku, mengusap kepala seluruhnya dan termasuk bagian kepala kedua telinga, membasuh kedua kaki, tartib (berurutan), muwaalat (berkesinambungan/tidak teputus). (Silakan lihat kitab Duruus Al Muhimmah liaamatil Ummah, Syaikh Ibnu Baaz Rahimahullah)

 

Tatacara Wudhu

1.       Niat .

Yaitu berniat di dalam hatinya untuk berwudhu hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إنماالأعمالبالنيات

“Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari : 1 dan Muslim : 1907)

Apa hukum niat dalam berwudhu?

Niat adalah syarat sah wudhu dan mandi (mandi janabah) menurut pendapat yang benar, ini pendapatnya mayoritas ulama dari kalangan shahabat dan tabi’in, dalilnya berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas.

Di mana tempatnya niat, dan apa hukum mengucapkan niat?

Berkata Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah : “Niat tempatnya di hati, tidak ada tempatnya di lisan  pada seluruh amalan, oleh karena itu barangsiapa yang mengucapkan niat ketika hendak shalat, atau puasa, atau haji atau wudhu atau amalan yang selain dari itu, maka dia telah berbuat bid’ah dalam agama yang tidak ada padanya.” (Syarh Riyaadhus shaalihin : 13)

 2.       Tasmiyah (membaca Basmallah).

Hal ini berdasarkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاصلاةلمنلاوضوءله, ولاوضوءلمنلميذكراسماللهتعالىعليه

“Tidak ada shalat (tidak sah) orang yang shalat tanpa berwudhu dan tidak ada wudhu (tidak sah) wudhunya seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud : 101. Ibnu Majjah : 397, dan At-Tirmidzi : 25 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di I’rwa :81 dari sahabat Abu Hurairah)

 

Hukum membaca Bismillah dalam berwudhu?

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca Bismillah ketika berwudhu, hal ini karena berbeda pendapat tentang keshahihan hadits di atas (hadits Abu Hurairah), jadi ada yang berpendapat hukumnya wajib, dan ada yang berpendapat hukumnya sunnah dan ada juga yang berpendapat hukumnya bukan sunnah. Insya Allah pendapat yang mengatakan wajib pendapat yang raajih (terpilih) hal ini berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas. Dan ini madzhabnya Dhohiriyah, Ishaq, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Qudamah, Shidiq Hasan Khan, Imam Syaukani, dan Syaikh Al-Albani.

Kapan dibaca dan bagaimana bacaannya?

Dibaca setelah ia berniat untuk berwudhu sebelum melakukan seluruhnya dan yang dibaca adalah (باسمالله) sesuai dengan hadits. Wallahu a’lam.

 3.       Membasuh kedua telapak tangan.

Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali hal ini berdasarkan banyak hadits, di antaranya :

عَنْحُمْرَانَمَوْلَىعُثْمَانَبْنِعَفَّانَأَنَّهُرَأَىعُثْمَانَدَعَابِوَضُوءٍفَأَفْرَغَعَلَىيَدَيْهِمِنْإِنَائِهِفَغَسَلَهُمَاثَلاَثَمَرَّاتٍثُمَّأَدْخَلَيَمِينَهُفِيالْوَضُوءِثُمَّتَمَضْمَضَوَاسْتَنْشَقَوَاسْتَنْثَرَثُمَّغَسَلَوَجْهَهُثَلاَثًاوَيَدَيْهِإِلَىالْمِرْفَقَيْنِثَلاَثًاثُمَّمَسَحَبِرَأْسِهِثُمَّغَسَلَكُلَّرِجْلٍثَلاَثًاثُمَّقَالَرَأَيْتُالنَّبِيَّصلىاللهعليهوسلميَتَوَضَّأُنَحْوَوُضُوئِيهَذَاوَقَالَمَنْتَوَضَّأَنَحْوَوُضُوئِيهَذَاثُمَّصَلَّىرَكْعَتَيْنِلاَيُحَدِّثُفِيهِمَانَفْسَهُغَفَرَاللَّهُلَهُمَاتَقَدَّمَمِنْذَنْبِهِ

Dari Humran –bekas budaknya Ustman Bin Affan- pernah melihat Ustman meminta air untuk wudhu, “ lalu beliau (Ustman) menuangkan air ke kedua telapak tangannya dari wadah tersebut maka dibasuhlah (dicuci) sebanyak tiga kali, beliau lantas mencelupkan tangan kanannya kedalam air tersebut kemudian berkumur-kumur, istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung) dan istinsyar (mengeluarkannya). Kemudian beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh tangannya sampai sikunya sebanyak tiga kali, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh (mencuci) setiap kakinya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau berkata Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu seperti wudhuku ini dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua rakaat tidak berkata-kata di jiwanya (khusyu’), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari: 159 dan Muslim : 423)

Terkadang dilakukan sebanyak dua kali atau satu kali.

 

Hukum mencuci telapak tangan pada permulaan berwudhu?

Para ulama ijma’ (sepakat) tentang hukumnya sunnah membasuh kedua telapak tangan dalam permulaan berwudhu sebagaimana yang dinukilkan di antaranya oleh Ibnul Mundzir.

Tetapi kalau sehabis tidur pada malam hari lalu bangun dan hendak berwudhu maka hukumnya wajib mencuci kedua telapak tangan pada permulaan berwudhu menurut pendapat yang raajih (terpilih) Insya Allah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَإِذَااسْتَيْقَظَأَحَدُكُمْمِنْنَوْمِهِفَلْيَغْسِلْيَدَهُقَبْلَأَنْيُدْخِلَهَافِيوَضُوئِهِفَإِنَّأَحَدَكُمْلاَيَدْرِيأَيْنَبَاتَتْيَدُهُ

“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur, maka culilah kedua tangannya sebelum memasukkan ke dalam bejana, dikarenakan salah seorang dari kalian tidak tahu di mana tangannya berada.” (HR. Mutafaqun ‘Alaihi) 

Adapun untuk bangun tidur pada siang hari hukumnya sunnah. Dan ini masyhur madzhabnya Imam Ahmad, dan Hasan Al-Bashri dan Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radiyallahu anhuma berpendapat dengannya. Wallahu a’lam.

4.       Madmadhah (berkumur-kumur), Istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dengan menghirupnya) dan istinsyar (mengeluarkan air dari hidung).

Dalam sebuah hadits diantaranya

Yang diriwayatkan oleh Humran tentang praktek wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dilakukan oleh Utsman Bin Affan sampai pada perktaan

ثُمَّأَدْخَلَيَمِينَهُفِيالْوَضُوءِثُمَّتَمَضْمَضَوَاسْتَنْشَقَوَاسْتَنْثَرَ

“…..Beliau lantas mencelupkan tangan kanannya kedalam air tersebut kemudian berkumur-kumur, istinsyaq (memasukkan iar kedalam hidung) dan istinsyar (mengeluarkannya)…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lainRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabada:

إذاتوضأأحدكمفليجعلفيأنفهماءثمليستنثر

“Jika salah seorang dari kalian berwudhu maka hendaknya dia menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Berkumur-kumur, istinsyaq dan istinsyar dilakukan terkadang sebanyak tiga kali atau dua kali atau satu kali.

Hukum berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) ?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, Insya Allah pendapat yang rajih (kuat) yang saya pribadi cenderung kepadanya bahwasanya berkumur-kumur dan istinsyaq hukumnya wajib. Berdasarkan sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إذاتوضأتفمضمض

“Jika kamu berwudhu maka berkumurlah.” (HR. Abu Dawud : 144, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani di shahih Abi Dawud :131)

Dan ini madzhabnya Ibnu Abi Laila, Hammad, Ishaaq dan masyhur dari Imam Ahmad.

 

Bagaimana cara berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung)?

Berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dengan tangan kanan kemudian istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan tangan kiri.  Sebagaimana dalam sebuah hadits,

وعنعبدخيرقال : نحنجلوسننظرإليعليحينتوضأفأدخليدهاليمنىفملأفمهفمضمضواستنشقونثربيدهاليسرىفعلهذاثلاثمراتثمقالمنسرهأنينظرإلىطهوررسولاللهصلىاللهعليهوسلمفهذاطهوره

Dari Abdi Khoir berkata : “Suatu ketika kami duduk-duduk sembari melihat Ali yang sedang berwudhu. Lalu Ali memasukkan tangan kanannya, memenuhi mulutnya kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkan air dengan mengunakkan tangan kirinya. Dia melakukan hal itu sebanyak tiga kali lantas mengatakan, siapa yang suka untuk melihat tatacara wudhunya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka inilah sifat wudhunya beliau.” (HR. Ad-Darimi dari Abdi Khair, syaikh Al-Albani mengatakan sanadnya shahih di Al-Misykat 1/89)

 

Apakah menggabungkan dengan satu cidukan untuk berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung)atau memisahkan satu cidukan untuk berkumur-kumur dan mengambil air lagi untuk istinsyaq?

Menurut pendapat yang raajih (terpilih) Insya Allah dan ini pendapatnya mayoritas ulama, adalah pendapat yang menganjurkan untuk menggabungkan cidukan air untuk berkumur-kumur dan istinsyaq. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Zaid yang mencontohkan wudhunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : (sampai pada perkataan)

فَمَضْمَضَوَاسْتَنْشَقَمِنْكَفٍّوَاحِدَةٍفَفَعَلَذَلِكَثَلاَثًا

“Berkumur-kumur dan beristinsyaq (memasukkan air kehidung) dari satu telapak tangan dilakukan sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.       Membasuh wajah.

Mencuci wajah adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala menuju ke bagian bawah kumis dan jenggot sampai pangkal kedua telinga, hingga mengenai persendian yaitu bagian wajah yang terletak antara jengot dan telinga.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’aala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6)

Dan dalam banyak hadits diantaranya hadits yang diriwayatkan dari Humran maula (bekas budaknya) Utsman menuturkan bahwa Utsman meminta air wudhu lalu menyebutkan sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam “… (sampai pada)

ثُمَّغَسَلَوَجْهَهُثَلاَثًا

Kemudian mencuci wajahnya sebanyak tiga kali..” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Hukum membasuh wajah  ketika wudhu?

Para ulama ijma’ (sepakat) tentang wajibnya membasuh wajah didalam berwudhu. Sebagaimana dinukilkan oleh Imam At-Thahawi,  Al-Maawardi, Ibnu Rusd, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi.

Apa hukum menyela-nyela jengot ketika berwudhu?

Para ulama sepakat tentang disyari’atkanya menyela-nyela jenggot ketika berwudhu, dan berselisih pendapat tentang hukumnya, ada yang berpendapat wajib dan yang berpendapat sunnah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits.

أنالنّبيّصلىعليهوسلّمكانيخلّللحيته

“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menyela-nyela jengotnya.” (HR. At-Tirmidzi : 31 dan dia mengatakan hadits hasan shahih dari shahabat Utsman bin Affan)

Dan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau menuturkan: “Bahwasanya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu maka beliau mengambil air dengan telapak tangannya lalu memasukkannya di bawah langit-langit mulut kemudian menyela-nyela jengot beliau dengannya, lalu beliau bersabda : ‘Demikianlah Rabb-ku subhaanahu wata’ala memerintahkanku.” (HR. Abu Daud, Al-Baihaqi, Al-Hakim dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ :4572)

Wallahu a’lam bish shawwab insya Allah pendapat yang terpilih adalah pendapat yang mengatakan hukumnya sunnah. Dan ini madzhabnya Imam Malik dan riwayat dari Imam Ahmad dan Ahli Madinah, Hasan Al-Bashri, Ibnu Siriin dan selain mereka

 6.       Mencuci kedua tangan sampai ke siku.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6)

 

Dan (   إلى) pada ayat ini bermakna ( bersama : مع ), maka wajib untuk memasukkan siku dalam penyucian kedua tangan.

Dan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Humran Maula (bekas budaknya) Utsman menuturkan bahwa Utsman meminta air wudhu lalu menyebutkan sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam “… (sampai pada)

وَيَدَيْهِإِلَىالْمِرْفَقَيْنِثَلاَثًا

mencuci kedua tangannya sampai kesiku sebanyak tiga kali…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mencuci tangan sampai siku dilakukan terkadang sebanyak tiga kali atau dua kali atau satu kali.

 

Hukum mencuci kedua tangan sampai siku ketika berwudhu?

Para ulama sepakat (ijma’) tentang wajibnya mencuci kedua tangan sampai ke siku. Sebagaimana dinukilkan oleh oleh At-Thahawi, Ibnu Abdil Bar, Ibnu Hazm, Ibnu Rusyd, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi.

Bagaimana jika seseorang tangannya atau bagian dari tangannya terpotong, masihkah dia wajib mencuci tangannya?

Maka kondisi seperti ini ada beberapa kondisi :

  • Apabila tangannya terputus dari atas siku maka tidak ada kewajiban baginya untuk mencuci tangannya karena sudah tidak ada lagi bagian yang dicuci.
  • Apabila tangan terputus dari bagian bawah siku, maka wajib dicuci sisa tangan yang ada sampai siku
  • Apabila terputusnya dari siku (persendian siku) para ulama berbeda pendapat tentangnya, ada berpendapat wajib dicuci ujung tangannya dan ada yang berpendapat tidak wajib mencuci unjung tangannya (pas bagian terputus) Wallahu a’lam bish shawwab

7.       Membasuh kepala seluruhnya termasuk telinga.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’aala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6)

Dan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Humran Maula (bekas budaknya) Utsman menuturkan bahwa Utsman meminta air wudhu lalu menyebutkan sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam “… (sampai pada)

ثُمَّمَسَحَبِرَأْسِهِ

kemudian mengusap kepalanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa hukumnya membasuh kepala ketika berwudhu?

Para ulama sepakat (ijma’) tentang wajibnya membasuh kepala ketika berwudhu. Sebagaimana dinukilkan oleh At-Thahawi, Ibnu Abdil Bar, Ibnu Rusyd, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi dan yang lainnya

Yang diusap sebagian kepala atau semua?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, dan yang rajih (terpilih) adalah yang mengatakan wajibnya membasuh seluruh kepala berdasarkan ayat diatas dan karena inilah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak hadits yang menerangkan sifat wudhu Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ini madzhabnya Imam Malik, Ahmad, Al-Mazini yang masyhur dari mereka.

Apakah hal ini untuk laki-laki saja atau juga untuk wanita?

Membasuh seluruh kepala untuk laki-laki dan wanita, sebagaimana disebutkan oleh IbnuTaimiyyah (Majmu Fatawa : 21/23).

Diusap sekali atau tiga kali?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, dan pendapat yang raajih Insya Allah pendapat yang mengatakan diusap sekali, berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Zaid dan ini pendapatnya kebanyakan para ulama.

Apakah kedua telinga termasuk kepala dan apa hukum membasuhnya?

Kedua telinga termasuk kepala, hal ini berdasarkan sebuah hadits di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

الأذنانمنالرأس

“Kedua telinga termasuk bagian dari kepala.” (HR. Ibnu Majah : 443 dan dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam shahih Ibnu Majah : 375 dan Irwa’ : 84)

Adapun tentang hukumnya para ulama berbeda pendapat hal ini dikarenakan perbedaan dalam menentukan shahih dan tidaknya hadits di atas, sebagian ulama mengatakan wajib mengusap telinga seperti Imam Ahmad dan sebagian lagi berpandangan sunnah. Insya Allah pendapat yang raajih (terpilih) pendapat yang mengatakan hukumnya wajib berdasarkan dalil-dalil yang ada. Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah : “Fardhu-fardhu wudhu ada enam … (disebutkan di antaranya)… membasuh seluruh kepala dan dan termasuk bagian kepala, kedua telinga.” (Duruusul Muhimmah Liaamatil Ummah : 62, beserta syarhnya)

 

Cara mengusapnya bagaimana?

Caranya yaitu mengusap kepala dengan kedua tangan dari depan menuju ke belakang sampai ke tengkuk kemudian mengembalikannya ke tempat awal kemudian memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga dan ibu jari di belakang daun telinga (bagian luar) dan digerakkan dari bawah daun telinga sampai ke atas.

Tentang hal ini sebagaimana hadits-hadits yang telah lalu penyebutannya yang menjelaskan tentang sifat wudhu Rasulullah dan sebuah hadits dari Abdullah bin Amr, beliau menuturkan tentang sifat wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ثُمَّمَسَحَبِرَأْسِهِفَأَدْخَلَإِصْبَعَيْهِالسَّبَّاحَتَيْنِفِىأُذُنَيْهِوَمَسَحَبِإِبْهَامَيْهِعَلَىظَاهِرِأُذُنَيْهِ

“… Kemudian beliau mengusap kepala beliau lalu memasukkan kedua jari telunjuk beliau ke dalam telinga dan mengusap bagian luar telinga dengan kedua ibu jari tangan beliau.” (HR. Abu Dawud : 135, An-Nasa’i : 140, Ibnu Majah : 422 dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

 

Apakah mengambil air yang baru untuk mengusap telinga?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, Insya Allah pendapat yang rajih (kuat) yang mengatakan tidak mengambil air yang baru cukup dengan air yang digunakan untuk mengusap kepala. Berdasarkan hadits tentang cara wudhunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr dan Ibnu Abbas. Dan ini pendapatnya kebanyakan ulama.

Kalau pakai imamah apakah dibolehkan mengusap imamahnya dan kalau boleh bagaimana cara mengusapnya?

Dibolehkan membasuh imamah menurut pendapat yang benar.

Ada dua cara :

  • Dengan membasuh imamahnya saja hal ini berdasarkan hadits :

عَنْأَبِيسَلَمَةَعَنْجَعْفَرِبْنِعَمْرٍو،عَنْأَبِيهِ،قَالَرَأَيْتُالنَّبِيَّصلىاللهعليهوسلميَمْسَحُعَلَىعِمَامَتِهِوَخُفَّيْهِ

Dari Ja’far bin ‘Amr , dari bapaknya berkata : “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap imamah dan kedua sepatu beliau.(HR. Bukhari : 205)

Dan cara membasuhnya seperti membasuh kepala sebagaimana pendapatnya sebagian ulama di antaranya Imam Ahmad.

  • Membasuh ubun-ubunnya dan imamahnya hal ini berdasarkan hadits Mughirah bin Syu’bah, beliau menuturkan :

أَنَّالنَّبِىَّ -صلىاللهعليهوسلم- تَوَضَّأَفَمَسَحَبِنَاصِيَتِهِوَعَلَىالْعِمَامَةِوَعَلَىالْخُفَّيْنِ

“Bahwasanya Nabi berwudhu lalu mengusap ubun-ubun dan imamah serta kedua sepatu.” (HR. Muslim)

Adapun peci maka tidak disyari’atkan membasuh peci menurut pendapat yang benar dan ini pendapatnya kebanyakan  ulama, mereka berdalil karena tidak dinukilkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam bish shawwab

8.       Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al Maidah : 6)

Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Utsman di dalam shahih Bukhari dan Muslim :

ثُمَّغَسَلَكُلَّرِجْلٍثَلاَثًا

“…kemudian mencuci kedua kakinya sebanyak tiga kali.”

Hukum membasuh (mencuci) kedua kaki ketika wudhu?

Menurut pendapat yang rajih (kuat) pendapatnya mayoritas ulama yang mengatakan hukumnya wajib membasuh (mencuci) dan tidak mencukupi kalau hanya diusap. Dalilnya hadits sangat banyak tentang sifat wudhunya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan berdasarkan hadits Ibnu Umar, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَيْلٌلِلأَعْقَابِمِنَالنَّارِ

“Celakalah tumit-tumit (yang tidak terkena basuhan air wudhu -ed) dari api neraka.” (HR. Bukhari : 161 dan Muslim : 241)

9.       At-Tartiib

Membersihkan anggota wudhu satu demi satu dengan urutan yang sebagaimana Allah perintahkan. Hal ini berdasarkan dalil ayat dan hadits yang menjelaskan tentang sifat wudhu. Dan juga berdasarkan hadits :

أَبْدَأُبِمَابَدَأَاللَّهُبِهِ

“Mulailah dengan apa yang Allah mulai dengannya.” (HR. Muslim : 1118)

 

Hukumnya?

Hukumnya wajib tartiib (berurutan) dalam berwudhu menurut pendapat yang terpilih (Insya Allah) dan ini Madzhabnya Utsman, Ibnu Abbas dan riwayat dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhum. Dan dengannya Qatadah, Abu Tsaur, Syafi’i, Ishaq bin Rahawaih berpendapat, dan pendapat ini  masyhur dari Imam Ahmad.

10.   Al Muwaalat (berkesinambungan dalam berwudhu sampai selesai tidak terhenti atau terputus)

Hal ini berdasarkan sebuah hadits :

 عنعُمَرُبْنُالْخَطَّابِأَنَّرَجُلاًتَوَضَّأَفَتَرَكَمَوْضِعَظُفُرٍعَلَىقَدَمِهِفَأَبْصَرَهُالنَّبِىُّ -صلىاللهعليهوسلم- فَقَالَ « ارْجِعْفَأَحْسِنْوُضُوءَكَ ». فَرَجَعَثُمَّصَلَّى

Dari  Umar bin Khaththab menuturkan bahwasanya seseorang berwudhu, bagian kuku pada kakinya tidak  terkena air wudhu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandangnya maka berkata : “Kembalilah, baguskanlah wudhumu (ulangi –ed), kemudian orang tersebut kembali berwudhu kemudian shalat.” (HR. Muslim : 243)

Hukumnya?

Pendapat yang raajih (terpilih) insya Allah yang mengatakan hukumnya wajib, dalilnya seperti yang telah disebutkan di atas. Kalau sendainya bukan wajib tentu cukup dengan membasuh bagian yang tidak terkena air saja setelah terhenti atau terputus, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mengulangi wudhunya ini menunjukkan muwaalat (berkesinambungan) hukumnya wajib. Wallahu a’lam. Dan pendapat yang mengatakan wajib madzhabnya Imam Malik, pada sebuah riwayat dari Imam Ahmad, Al-Auza’i, Qatadah dan dengannya Ibnu Umar berpendapat.

11.   Doa setelah wudhu

Rasulullah shallallahu aalaihi wasallam bersabda :

مَامِنْكُمْمِنْأَحَدٍيَتَوَضَّأُفَيُبْلِغُأَوْفَيُسْبِغُالْوُضُوءَثُمَّيَقُولُأَشْهَدُأَنْلاَإِلَهَإِلاَّاللَّهُوَأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُاللَّهِوَرَسُولُهُإِلاَّفُتِحَتْلَهُأَبْوَابُالْجَنَّةِالثَّمَانِيَةُيَدْخُلُمِنْأَيِّهَاشَاءَ

“ Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa : “ Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Dalam sebuah riwayat : “Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya muhammad hamba Allah dan utusannya” (HR. Muslim)

 

Apa hukumnya membaca doa diatas setelah wudhu?

Hukumnya sunnah sebagaimana diakatakan oleh Imam An-Nawawi didalam syarh shahih Muslim.

Catatan :

Tidak boleh seseorang berlebih-lebihan dalam mengunakan air ketika berwudhu. Hal ini menyelisihi petunjuk Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam, sebagaimana dalam sebuah hadits Anas Bin Malik berkata :

كَانَالنَّبِيُّصلىاللهعليهوسلميَغْسِلُ،أَوْكَانَيَغْتَسِلُبِالصَّاعِإِلَىخَمْسَةِأَمْدَادٍوَيَتَوَضَّأُبِالْمُدِّ

“ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan satu sha’ sampai lima mud dan berwudhu dengan satu mud.” (HR. Mutafaqun alaihi)  

1 shaa’ = 4 mud

1 mud = gabungan telapak tangan orang yang sedang (tidak besar dan kecil)

 

Sunnah – sunnah wudhu

Sunnah-sunnah wudhu yaitu siwak, mencuci kedua telapak tangan pada permulaan wudhu, mendahulukan anggota bagian kanan, membasuh jenggot, membasuh tiga kali-tiga kali kecuali membasuh kepala hanya dengan satu kali usapan, disunnahkan berwudhu setiap kali shalat, berdoa setelah berwudhu, shalat dua raka’at setelah berwudhu. Wallahu a’lam bish shawwab.

Sumber: http://www.darussalaf.or.id/fiqih/untukmu-yang-bertanya-tentang-tatacara-wudhu-yang-benar/

 

JARAK KOTA DI SUMATERA

JARAK KOTA DI SUMATERA

ini adalah Jarak Tempuh Kota-kota / daerah di Sumatera yang dilalui bus AKAP :

Jakarta- Padang (Lintas Timur):

CBN-Sumatera-2

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi besar-Menggala = 50 km, Menggala-Tulang Bawang = 32 km, Tulang bawang-Teluk gelam = 134 km, Teluk gelam-Indralaya = 71 km, Indralaya-Palembang = 51 km, Palembang-sungai lilin = 68 km, Sungai Lilin-Bayung Lincir = 50 km, Bayung Lincir-Simpang Tempino = 127 km, Simpang Tempino-Jambi = 32 km, Jambi-Muara Bulian = 50 km, Muara bulian-Muara tembesi = 44 km, Muara Tembesi-Muara tebo = 80 km, Muara tebo-Muara bungo = 53 km, Muara Bungo-Gn. Medan = 90 km, Gn. Medan-Solok = 138 km, Solok-Padang = 54 km. Total Jarak tempuh = 1404 km.

Bus AKAP yang melewati Lintas ini : LORENA, Bintang Kedjora (Bandung-Bukittinggi), JATRA (Padang-Jambi), Family Raya (Padang-Jambi), Yoanda Prima (Padang-Palembang)

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Menggala, Tulang Bawang, Mesuji).
2. Provinsi Sumatera Selatan (Pematang Panggang, Teluk Gelam, Tanjung Raja, Kayu Agung, Indralaya (Ogan Komering Ilir),Palembang, sungai lilin, Bayung lincir).
3. Provinsi Jambi (Simpang Tempino, Jambi, Muara Bulian, Muara Tembesi, Muara Tebo, Muara Bungo)
4. Provinsi Sumatera Barat (Sungai Rumbai, Gn.Medan, Sungai Dareh, Kiliranjao, Muara Sijunjung, Muara Kalaban, Solok, Padang).
RM. yang disinggahi Bus AKAP diJalur ini : RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang (Lampung), RM. Pagi Sore (Teluk Gelam), RM. Musi Indah (Betung), RM. Hikmah Fajar (sungai lilin), RM. Simpang Raya (Bayung Lincir), RM. Bayang Bulian II (Muara Tembesi), RM. Alam Raya (Sungai Rumbai), RM. Umega (Gn. Medan), RM. Family Raya (Kiliranjao).

Jakarta-Padang (Lintas Tengah) :

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi Besar-Kotabumi = 48 km, Kotabumi-Baturaja = 183 km, Baturaja-Tanjung enim = 135 km, Tanjung enim-Muara enim = 18 km, Muara enim-Lahat = 47 km, Lahat-Lubuk Linggau = 157 km, Lubuk Linggau-Sarolangun = 220 km, Sarolangun-Bangko = 150 km, Bangko-Muara Bungo = 115 km, Muara Bungo-Gn. Medan = 90 km, Gn. Medan-Kiliranjao-Solok = 138 km, Solok-Padang = 54 km. Total Jarak Tempuh = 1635 km.

Bus AKAP yang melewati Lintas ini dari: ANS, NPM, Transport, Family Raya Ceria(Pekanbaru-Jogya), Gumarang, ALS(Medan via Pekanbaru), PM.TOH(Medan via Pekanbaru & via Bukittingi), Medan Jaya (Medan via Pekabaru), Putra Rafflesia (Padang-Bengkulu) Bengkulu Kito(Pekanbaru-Bengkulu), SAN(Bengkulu-Pekanbaru, Bukittinggi-Bengkulu), SAMPAGUL(Medan via Bukittinggi), Rhema Abadi(Pekanbaru-Solo-Madiun), Handoyo (Dumai-pekanbaru-solo-madiun) & seluruh Bis tujuan Pekanbaru, Medan via Lintas tengah

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Terbanggi Besar, Kotabumi, Bukit Kemuning)
2. Provinsi Sumatera Selatan (Martapura, Batu Raja, Tanjung Enim, Muara Enim, Lahat, Lubuk LInggau)
3. Provinsi Jambi (Sarolangun, Bangko, Muara Bungo)
4. Provinsi Sumatera Barat (Sungai Rumbai, Gn.Medan, Sungai Dareh, Kiliranjao, Muara Sijunjung, Muara Kalaban, Solok, Padang).

RM. yang disinggahi Bus AKAP diJalur ini : RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang (Lampung), RM. Minang Saiyo (Kotabumi), RM. Siang Malam (Batu Raja), RM. Fajar (Lahat), RM. Rembulan Abadi (Lahat), RM. Roda Jaya(Lubuk Linggau), RM. Pagi Sore (Lubuk Linggau), RM. Wong Kito (Sarolangun). RM. Alam Raya (Sungai Rumbai). RM. Umega (Gn. Medan), RM. Family Raya (Kiliranjao).

Jakarta – Pekanbaru (Lintas Timur) :

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi besar-Menggala = 50 km, Menggala-Tulang Bawang = 32 km, Tulang bawang-Teluk gelam = 134 km, Teluk gelam-Indralaya = 71 km, Indralaya-Palembang = 51 km, Palembang-sungai lilin = 68 km, Sungai Lilin-Bayung Lincir = 50 km, Bayung Lincir-Simpang Tempino = 127 km, Simpang Tempino-Jambi = 32 km, Jambi-Sangeti = 34 km, Sangeti-Belilas = 228 km, Belilas-Japura = 35 km, Japura-Ukui = 32 km, Ukui-Sorek = 32 km, Sorek-Pangkalan Kerinci = 71 km, Pangkalan Kerinci-Pekanbaru = 81 km, Total Jarak Tempuh = 1408 km.

Bus AKAP yang melewati Lintas ini dari: LORENA (Bandung/Jakarta-Pekanbaru), SARI HARUM , SAN(Pekanbaru-Jogya), PELANGI(B. Aceh-Pekanbaru-Palembang), KURNIA (B.Aceh), INTRA(medan), RAPI, Makmur(medan), PMH(medan-jambi), Handoyo (Dumai-pekanbaru-solo-madiun), Yoanda Prima (Pekanbaru-Palembang) & Seluruh Bis yang melayani rute Medan, Pekanbaru via lintas timur

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Menggala, Tulang Bawang, Mesuji).
2. Provinsi Sumatera Selatan (Pematang Panggang, Teluk Gelam, Tanjung Raja, Kayu Agung, Indralaya (Ogan Komering Ilir),Palembang, Sungai lilin, Bayung lincir).
3. Provinsi Jambi (Jambi, Sangeti, Merlung, Belilas)
4. Provinsi Riau (Japura, Ukui, Rengat, Sorek, Pangkalan Kerinci, Pekanbaru).
RM. yang disinggahi Bus AKAP diJalur ini : RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang (Lampung), RM. Pagi Sore (Teluk Gelam), RM. Musi Indah (Betung), RM. Hikmah Fajar (sungai lilin), RM. Simpang Raya (Bayung Lincir), RM. Salero Basamo (sangeti), RM.Simpang Raya (Japura), RM. Pagi Sore (Rengat).

Jakarta – Jambi :

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi besar-Menggala = 50 km, Menggala-Tulang Bawang = 32 km, Tulang bawang-Teluk gelam = 134 km, Teluk gelam-Indralaya = 71 km, Indralaya-Palembang = 51 km, Palembang-sungai lilin = 68 km, Sungai Lilin-Bayung Lincir = 50 km, Bayung Lincir-Simpang Tempino = 127 km, Simpang Tempino-Jambi = 32 km, Total Jarak Tempuh : 895 km

Bus AKAP yang melewati Lintas ini : LORENA, Bintang Kedjora (Bandung), JATRA (Padang-Jambi), Family Raya (Padang-Jambi), Yoanda Prima (Padang-Palembang), LAJU PRIMA, PUTRA REMAJA, KURNIA, PELANGI, RAPI, PMH, PM. TOH, MAKMUR & seluruh bis yang melayani rute ke Pekanbaru, Padang & Medan via Lintas Timur.

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Menggala, Tulang Bawang, Mesuji).
2. Provinsi Sumatera Selatan (Pematang Panggang, Teluk Gelam, Tanjung Raja, Kayu Agung, Indralaya (Ogan Komering Ilir),Palembang, sungai lilin, Bayung lincir).
3. Provinsi Jambi (kota Jambi)

RM. yang disinggahi Bus AKAP diJalur ini : RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang (Lampung), RM. Pagi Sore (Teluk Gelam), RM. Musi Indah (Betung), RM. Hikmah Fajar (sungai lilin), RM. Simpang Raya (Bayung Lincir).

Jakarta – Palembang (Lintas Timur) :

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi besar-Menggala = 50 km, Menggala-Tulang Bawang = 32 km, Tulang bawang-Teluk gelam = 134 km, Teluk gelam-Indralaya = 71 km, Indralaya-Palembang = 51 km, Total Jarak Tempuh = 618 km.

Bus AKAP yang melewati Lintas ini : LORENA, Bintang Kedjora, Yoanda Prima, LAJU PRIMA, PUTRA REMAJA, Kramat djati,PAHALA KENCANA, SARI HARUM, MAKMUR, PELANGI, TRANSPORT, JATRA, FAMILY RAYA, PACITAN JAYA PUTRA, ROSALIA INDAH, RAMAYANA, Handoyo, MERTA SARI (lampung-kediri), CSH 88, Bintang Permata Bunda, KARONA, TIJEX (Timbul Jaya Express) & seluruh bis yang melayani rute ke Pekanbaru, Padang & Medan via Lintas Timur.

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Menggala, Tulang Bawang, Mesuji).
2. Provinsi Sumatera Selatan (Pematang Panggang, Teluk Gelam, Tanjung Raja, Kayu Agung, Indralaya (Ogan Komering Ilir), Palembang).
RM. yang disinggahi Bus AKAP diJalur ini : RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang (Lampung), RM. Pagi Sore (Teluk Gelam).

Jakarta – Prabumulih :

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi Besar-Kotabumi = 48 km, Kotabumi-Baturaja = 183 km, Baturaja-Tanjung Enim = 135 km, Tanjung enim-Muara Enim = 18 km, Muara enim-Prabumulih = 84 km, Total Jarak Tempuh = 748 km

Bus AKAP yang melewati Lintas ini : LORENA, Kramat djati, PAHALA KENCANA, SARI HARUM.

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Menggala, Tulang Bawang, Mesuji).
2. Provinsi Sumatera Selatan (Martapura, Batu Raja, Tanjung Enim, Muara Enim, Prabumulih)
RM. yang disinggahi Bus AKAP diJalur ini : RM. Pagi Sore (Kalianda), RM. Begadang I,II,III,IV,V, RM. Gadang Jaya, RM. Jam Gadang (Lampung), RM. Minang Saiyo (Kotabumi), RM. Siang Malam (Batu Raja).

Jakarta-Bengkulu :

Jakarta-Merak =120 km, Bakauheni-Kalianda = 24 km, Kalianda-Bandar Lampung = 65 km, Bandar Lampung-Terbanggi Besar = 71 km, Terbanggi Besar-Kotabumi = 48 km, Kotabumi-Baturaja = 183 km, Baturaja-Tanjung enim = 135 km, Tanjung enim-Muara enim = 18 km, Muara enim-Lahat = 46 km, Lahat-Lubuk Linggau = 157 km, Lubuk Linggau-Curup = 44 km, Curup-Kepahiang = 33 km, Kepahiang-Bengkulu = 35 km, Total Jarak Tempuh = 979 km

Bus AKAP yang melewati Lintas ini dari: Putra Rafflesia, Bengkulu Kito, Bengkulu Indah, SAN, Sumber Mulya (Bengkulu-jogja-solo-madiun), Garuda Dempo (Jakarta-pagaralam)

Provinsi & Kota / daerah yang dilewati Jalur ini:
1. Provinsi Lampung (Bakauheni, Kalianda,Tarahan, Panjang, Tj. Karang, Teluk Betung, Rajabasa, Branti, Metro, Bandar Jaya, Terbanggi Besar, Kotabumi, Bukit Kemuning)
2. Provinsi Sumatera Selatan (Martapura, Batu Raja, Tanjung Enim, Muara Enim, Lahat, Lubuk LInggau)

Padang-Medan :

Padang-Bukittinggi-Lubuk Sikaping-Bonjol-Panti-Rao-Muarasipongi-Kota Nopan-Panyambungan-Padang Sidempuan-Sipirok-Tarutung-Prapat-Pematang Siantar-Tebing Tinggi-Lubuk Pakam-Medan.
Bus AKAP yang melewati Lintas ini dari: ALS, ANS, PM.TOH, KURNIA, ANUGRAH.

Pekanbaru – Medan :

Pekanbaru-Kandis = 63 km, Kandis-Duri = 65 km, Duri-kisaran = 336 km, Kisaran-Tebing Tinggi = 100 km, Tebing Tinggi – Lubuk Pakam = 50 km, Lubuk Pakam-Medan = 23 km. Total Jarak Tempuh = 637 Km
Bus AKAP yang melewati Lintas ini dari: LORENA, PELANGI, KURNIA, INTRA, RAPI, Makmur, PMH, Handoyo (Dumai), Bintang Utara, Satu Nusa.

Seperti kita ketahui bersama, bahwa bis-bis di Sumatera umumnya masih eksis dan setia sama MERCEDES BENZ mulai dari OF sampai OH type terbaru. Diantara kemajuan teknologi engine, body terbaru & motif-motif yg menyegarkan mata, ternyata masih ada juga bis-bis tua yang beroperasi dan bertahan sampai saat ini, Bis-Bis AKAP yang masih berseliweran di lintas Sumatera dari kota ke kota antara lain : Sinar Riau, Pinem, ATS, Danau Wisata, Yanti Group, Almasar, CV.GITA, RNS, Merah Sari (Masih ada, Pekanbaru-Jambi), Manila jaya, Tasima, Jambi Indah….

rute-sumatera

 

 

 

 

SUMBER: http://kaahil.wordpress.com/2012/12/22/5125/

 

(LENGKAP) JARAK KOTA DI JAWA – BALI

cartoon-bus-7

1. Jakarta-Tasik :
Jakarta-Ciawi-Cianjur = 114 km, Cianjur-Padalarang-Bandung = 59 km, Bandung-Cileunyi-Nagrek = 32 km, Nagrek-Malangbong-Tasik = 66 km,
Total Jarak Tempuh : 271 km.

2. Jakarta-Bandung Via Tol Cipularang :
Jakarta-Bandung (Via tol) = 146 km
Total Jarak Tempuh = 146 km

3.Jakarta-Bandung Via Ciawi:
Jakarta-Ciawi-Cianjur = 114 km, Cianjur-Padalarang-Bandung = 59 km
Total Jarak Tempuh = 263 km

4. Bandung-Denpasar Via Utara:
Bandung-Sumedang = 13 km, Sumedang-Kadipaten-Jatiwangi-Palimanan = 71 km, Palimanan-Plumbon-Kanci (via tol) = 27 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km, Surabaya-Bangil-Pasuruan = 64 km, Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Ketapang = 246 km, Gilimanuk-Negara-Tabanan = 108 km, Tabanan-Denpasar = 26 km.
Total Jarak Tempuh = 1040 km

5. Bandung-Denpasar Via Selatan :
Bandung-Nagreg-Malangbong-Tasik-Ciamis = 115 km, Ciamis-Banjar-Majenang-Wangon = 105 km, Wangon-Sumpiuh-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purworejo = 116 km, Purworejo-Magelang-Yogyakarta = 81 km, Yogyakarta-Klaten-Solo = 58 km, Solo-Sragen-Mantingan-Ngawi = 74 km, Ngawi-Caruban-Nganjuk-Kertosono = 88 km, Kertosono-Jombang-Krian-Surabaya = 96 km, Surabaya-Sidoarjo-Gempol-Bangil-Pasuruan = 64 km, Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Ketapang = 246 km, Gilimanuk-Negara-Tabanan = 108 km, Tabanan-Denpasar = 26 km,
Total Jarak Tempuh = 1177 km

6. Bandung-Malang :
Bandung-Sumedang = 13 km, Sumedang-Kadipaten-Jatiwangi-Palimanan = 71 km, Palimanan-Plumbon-Kanci (via tol) = 27 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km, Surabaya-Sidoarjo-Gempol = 35 km, Gempol-Malang = 48 km,
Total Jarak Tempuh = 679 km.

7. Bandung-Solo-Madiun :
Bandung-Nagreg-Malangbong-Tasik-Ciamis = 115 km, Ciamis-Banjar-Majenang-Wangon = 105 km, Wangon-Sumpiuh-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purworejo = 116 km, Purworejo-Magelang-Yogyakarta = 81 km, Yogyakarta-Klaten-Solo = 58 km, Solo-Sragen = 26 km, Sragen-Ngawi-Maospati-Madiun = 81 km,
Total Jarak Tempuh = 582 km

8. Bandung-Magelang-Yogyakarta :
Bandung-Nagreg-Malangbong-Tasik-Ciamis = 115 km, Ciamis-Banjar-Majenang-Wangon = 105 km, Wangon-Sumpiuh-Gombong-Kebumen-Kutoarjo-Purworejo = 116 km, Purworejo-Magelang-Yogyakarta = 81 km,
Total Jarak Tempuh = 417 km.

=================================================================================

RUTE JApeta-mudik-polda-jabarKARTA – JAWA TIMUR – BALI

1. Jakarta-Denpasar :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km, Surabaya-Bangil-Pasuruan = 64 km, Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Ketapang = 246 km, Gilimanuk-Negara-Tabanan = 108 km, Tabanan-Denpasar = 26 km. 
Total Jarak Tempuh = 1178 km

2. Jakarta-Banyuwangi :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km, Surabaya-Bangil-Pasuruan = 64 km, Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi = 246 km, 
Total Jarak Tempuh = 1044 km

3. Jakarta-Probolinggo-Jember :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km, Surabaya-Bangil-Pasuruan = 64 km, Pasuruan-Probolinggo = 38 km, Probolinggo-Jember = 66 km. 
Total Jarak Tempuh = 902 km

4. Jakarta-Surabaya : Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km
Total Jarak Tempuh : 734 km

5. Jakarta-Surabaya-Malang :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Surabaya = 15 km, Surabaya-Sidoarjo-Gempol = 35 km, Gempol-Malang = 48 km.
Total Jarak Tempuh = 817 km

6. Jakarta-Madura
(Bangkalan-Blega-Sampang-Pamekasan-Sumenep) 
:
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Tuban = 100 km, Tuban-Babat = 28 km, Babat-Lamongan = 27 km, Lamongan-Gresik = 28 km, Gresik-Pel.Tj. Perak = 25 km, Pel.Kamal-Bangkalan = 14 km, Bangkalan-Blega = 41 km, Blega-Sampang = 22 km, Sampang-Pamekasan = 25 km, Pamekasan-Sumenep = 59 km.
Total Jarak Tempuh = 905 km

7. Jakarta-Kediri-Blitar : 
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Ungaran-Bawen = 17 km, Bawen-Salatiga-Boyolali = 31 km, Boyolali-Solo = 30 km, Solo-Sragen = 26 km, Sragen-Ngawi-Maospati-Madiun = 81 km, Madiun-Caruban-Nganjuk-Kediri = 75 km, Kediri-Tulungagung-Blitar = 63 km. 
Total Jarak Tempuh = 757 km.

8. Jakarta-Ponorogo :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Ungaran-Bawen = 17 km, Bawen-Salatiga-Boyolali = 31 km, Boyolali-Solo = 30 km, Solo-Sragen = 26 km, Sragen-Ngawi-Maospati-Madiun = 81 km, Madiun-Ponorogo = 33km
Total Jarak Tempuh = 652 km

9. Jakarta-Cepu-Bojonegoro :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km, Rembang-Blora = 36 km, Blora-Cepu = 34 km, Cepu-Bojonegoro = 33 km,
Total Jarak Tempuh = 639 km

10. Jakarta-Solo-Madiun :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Ungaran-Bawen = 17 km, Bawen-Salatiga-Boyolali = 31 km, Boyolali-Solo = 30 km, Total Jarak Tempuh Jkt-Solo = 512 km, Solo-Sragen = 26 km, Sragen-Ngawi-Maospati-Madiun = 81 km,
Total Jarak Tempuh Jkt-Madiun = 619 km.

=================================================================================

RUTE JAKARTA – JAWA TENGAH & YOGYAKARTA

1. Jakarta-Yogyakarta via Semarang :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Ungaran-Bawen = 17 km, Bawen-Magelang = 43 km, Magelang-Yogyakarta = 40 km.
Total Jarak Tempuh = 534 km

2. Jakarta-Yogyakarta Via Purwokerto :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Slawi-Bumi Ayu = 40 km, Bumi Ayu-Ajibarang-Purwokerto = 37 km, Purwokerto-Sokaraja-Banyumas-Buntu = 25 km, Buntu-Gombong-Kebumen-Kutoardjo-Purworejo = 89 km, Purworejo-Wates-Yogyakarta = 72 km,
Total Jarak Tempuh = 577 km

3.Jakarta-Solo-Wonogiri :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Ungaran-Bawen = 17 km, Bawen-Salatiga-Boyolali = 31 km, Boyolali-Solo = 30 km, Solo-Sukoharjo-Wonogiri = 29 km.
Total Jarak Tempuh = 541 km

4. Jakarta-Jepara : 
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Jepara = 28 km,
Total Jarak Tempuh = 505 km

5. Jakarta-Kudus-Pati-Rembang :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Demak = 18 km, Demak-Kudus = 25 km, Kudus-Pati = 24 km, Pati-Rembang = 35 km,
Total Jarak Tempuh = 536 km

6. Jakarta-Semarang-Purwodadi-Blora-Cepu :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Pemalang = 27 km, Pemalang-Comal-Pekalongan = 31 km, Pekalongan-Batang-Weleri-Kendal = 50 km, Kendal-Kaliwungu-Semarang = 12 km, Semarang-Purwodadi = 56 km, Purwodadi-Blora = 64 km, Blora-Cepu = 34 km
Total Jarak Tempuh = 588 km

7. Jakarta-Wonosobo :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Slawi-Bumi Ayu = 40 km, Bumi Ayu-Ajibarang-Purwokerto = 37 km, Purwokerto-Sokaraja-Purbalingga = 21 km, Purbalingga-Banjarnegara = 47 km, Banjarnegara-Wonosobo = 30 km, Total 
Jarak Tempuh = 489 km.

8. Jakarta-Cilacap Via Tegal :
Jakarta-cikampek (via tol) = 73 km, Cikampek-Sukamandi-Ciasem-Pamanukan = 46 km, Pamanukan-patrol-kandanghaur-lohbener = 56 km, Lohbener-Jatibarang-Palimanan (via tol)-Plumbon-Kanci = 74 km, Kanci-Losari = 29 km, Losari-Brebes = 27 km, Brebes-Tegal = 9 km, Tegal-Slawi-Bumi Ayu = 40 km, Bumi Ayu-Ajibarang-Wangon = 33 km, Wangon-Cilacap = 32 km.
Total Jarak Tempuh = 419 km

9. Jakarta-Cilacap Via KarangPucung :
Jakarta-Ciawi-Cianjur = 114 km, Cianjur-Padalarang-Bandung = 59 km, Bandung-Cileunyi-Nagrek = 32 km, Nagrek-Malangbong-Tasik = 66 km, Tasik-Ciamis-Banjar = 42 km, Banjar-Majenang-Karangpucung-Wangon = 67 km, Wangon-Cilacap = 32 km.
Total Jarak tempuh : 412 km

Daftar jarak tempuh dan daftar nama Trayek diatas, adalahsebagian kecil dari sekian puluh daftar nama-nama trayek Bus AKAP di P. Jawa-Bali-Madura. Masih banyak lagi… yang lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu. Berikut ini Nama-Nama Bus AKAP dilintas jalur P. Jawa-Bali-Madura. :
LORENA-KARINA, PAHALA KENCANA, 
Kramat djati, MALINO PUTRA, SAFARI DHARMA RAYA, TIARA MAS, LANGSUNG INDAH,TITIAN MAS, GIRI INDAH, ROSALIA INDAH, GUNUNG MULIA,GUNUNG HARTA, SIMPATIK PACITAN JAYA PUTERA, HARAPAN JAYA, MUJI JAYA, SENJA FURNINDO, HARYANTO, NUSANTARA,DALI MAS, COLBY PERSADA, ZENA, PELITA MAS, RESTU MULYA, MAWAR, RASA SAYANG, DWI JAYA, SIDO RUKUN, SINDORO SATRIA MAS, SELAMET, SUMBER ALAM, PURWO WIDODO, SANTOSO, GRINDULU, NAN TUNGGA, SUMBA PUTRA,RAYA, SAFARI, LANGSUNG JAYA, JAYA, KALISARI, SEDYA MULYA, JAWA INDAH, AKAS ASRI & GROUP, BANDUNG EXPRESS, SARI HARUM, HARUM PRIMA, PUTRA REMAJA, SINAR JAYA, LURAGUNG, PUTRA LURAGUNG, DEDY JAYA, DEWI SRI,RAMAYANA, GAJAH MUNGKUR,TUNGGAL DAYA, TUNGGAL DARA, BUDI JAYA, SEPTI JAYA, GARUDA MAS, BEJEU, KARYA JAYA, EZRI, LAJU PRIMA, MAJU LANCAR, SHANTIKA, TRI SUMBER URIP, SUMBER HARAPAN, ISMO, HARTA SANJAYA,ARTHA JAYA, RAJAWALI, COYO, TJIPTO, LADJU, EKA, MIRA,HAVANA, SUMBER KENCONO, JAYA UTAMA, DAMRI, HANDOYO,RESTU, SAHABAT, EFISIENSI, MULYO INDAH, BHINNEKA, PRIMA JASA, BELA UTAMA, GAGAK RIMANG, AGRA MAS, MERDEKA,SUKA, DO’A IBU, BAHAGIA UTAMA, ALADDIN, JEMBER INDAH,MENGGALA, TENTREM, BOGOR INDAH, LIMAS, KARUNIA BHAKTI, MGI, MIOS, MEDAL SEKARWANGI, ARIMBI, BIMA SUCI,PRIMAJASA, GAPURANING RAHAYU, SALUYU,SANGKURIANG,TALI JAYA PUTRA, BUDIMAN, SETIA BHAKTI, AGUNG BHAKTI, SETIAWAN….DLL (Masih banyak lagi!!!!……)

SUMBER: http://kaahil.wordpress.com/2012/12/22/5125/

Fatwa Ulama Seputar Memperingati Hari Ibu 22 Desember

Abdurrazaq:

HUKUM MEMPERINGATI HARI IBU

Originally posted on طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi:

HUKUM MEMPERINGATI HARI IBU

Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.

Lalu Bagaimana Hukum Merayakan Hari Ibu itu dilihat dari kacamata Islam ???,

Berikut ini Fatwa dari Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin Rahimahullah :

View original 1.084 more words

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: