Category Archives: Uncategorized

Ingin Tahu Madu yang Anda Konsumsi Asli atau Tidak? Coba Uji dengan Cara ini

Madu memang sudah dikenal bermanfaat bagi kesehatan, karena disamping sebagai sumber energi berbagai khasiat lainnya seperti anti mikroba  jika dioleskan pada luka dan berbagai fungsi lainnya (baca selengkapnya di sini).

Namun sayangnya madu yang beredar di pasaran seringkali diragukan keasliaannya.  Demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak tidak jarang madu dicampur dengan berbagai bahan tambahan seperti air, gula, sirop, pemanis buatan, aroma madu buatan dan bahan lainnya.

Cara terbaik untuk mendapatkan madu asli adalah dengan cara membelinya langsung dari peternak lebah, namun tentunya cara ini sangat jarang dilakukan oleh penggemar madu mengingat biasanya menghadapi  kendala jarak dan waktu untuk mendapatkan madu asli dengan cara seperti ini.

Bagi orang awam memang terkadang sangat sulit untuk membedakan yang mana madu asli dan yang mana madu campuran.  Cara yang paling tepat untuk menguji keasliannya memang harus dianalisa di laboratorium terkait kadar air, jenis gula dan bahan aktif lainnya.  Namun tentunya hal ini sulit dilakukan oleh setiap orang dan memerlukan biaya yang cukup mahal.

Jika kita membeli madu dan ingin tau apakah madu yang kita beli tersebut madu asli atau madu campuran, ada beberapa cara praktis yang dapat dilakukan untuk mengujinya di rumah.

Uji semut

Cara ini banyak dilakukan orang dengan asumsi bahwa semut akan lebih tertarik pada gula yang ditambahkan pada madu jika dibandingkan dengan madu murni.

Cara ini memang masih mengundang kontroversi karena tidak didukung oleh penelitian ilmiah.  Sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa semut lebih tertarik  pada gula jika dibandingkan dengan madu.

Satu satunya bukti ilmiah yang dapat digunakan adalah ketertarikan semut pada gula ditentukan oleh kekentalan, aroma madu yang berasal dari bunga yang berbeda, namun tidak secara spesifik dapat membedakan antara gula yang ditambahkan dalam madu dengan gula murni yang ada di dalam madu asli.

Uji tetes

Cara ini sangat mudah dilakukan, yaitu dengan cara meneteskan madu  ke ibu jari.  Setelah madu diteteskan jika madu tetesan madu melebar dan  tumpah dari ibu jari, maka madu tersebut tidak murni.  Madu murni jika diteteskan di ibu jari tidak akan tumpah dan menetes dari ibu jari.

Uji tetes ini memang belum sepenuhnya dapat menentukan kemurnian madu yang kita beli.  Cara ini perlu dikombinasikan dengan uji lainnya yang cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah.

Uji air

Uji berikutnya yang mudah dilakukan adalah pengujian dengan air.  Dalam melakukan uji ini  diperlukan sebuah gelas dan air putih.  Kita perlu mengisi gelas dengan air putih terlebih dulu dan selanjutnya menambahkan 1 sendok teh  madu ke dalam gelas yang berisi air tersebut.

Jika madu yang dimasukkan ke dalam gelas tersebut langsung larut dalam air, maka madu tersebut tidak murni.  Madu murni jika dimasukkan dalam air akan tetap berada di dadsr gelas untuk  beberapa waktu dan tidak langsung larut.

Uji Api

Madu asli pada umumnya mudah terbakar, sehingga pengujian dengan menggunakan api dapat dilakukan untuk menentukan kemurnian madu.

Cara ini cukup mudah dilakukan, yaitu dengan menggunakan batang korek api yang kering.  Celupkan kepala batang korek api ke dalam madu dan selanjutnya gesek kepala korek api yang terkena madu tersebut ke kotak korek api.

Jika madu yang diuji itu murni, maka korek api tersebut akan menyala dan terus membakar madu sampai habis.  Sebaliknya jika madu tersebut tidak asli, maka korek tidak akan menyala atau sulit menyala karena menjadi lembab karena ada bahan yang dicampurkan kedalam madu keperti air dll.

Uji serap

Cara lain yang dapat mudah dilakukan untuk menguji kemurnian madu adalah dengan menggunakan kertas yang memiliki daya serap tinggi seperti kertas tissue yang tebal. Uji ini akan akurat hasilnya jika madu tersebut dicampur dengan air.

Melalui cara ini jika madu sudah ditambahkan air, maka tetesan madu pada kertas yang memiliki daya serap tinggi akan cepat membasahi kertas dan area basahnya akan melebar. Sayangnya cara ini kurang akurat jika bahan yang ditambahkan pada madu tersebut adalah sirop gula yang tidak menunjukkan tanda pelebaran air pada kertas setelah diteteteskan.

Uji cuka

Cuka murni ternyata dapat juga digunakan untuk menguji kemurnian madu.  Cara ini mudah dilakukan yaitu hanya dengan menambahkan 2-3 tetes cuka murni ke dalam madu, setelah itu aduk secara merata. Jika setelah dicampur secara merata madu berbusa maka dapat disimpulkan bahwa madu yang diuji itu tidak murni.

Berbagai cara pengujian di atas dapat dilakukan dengan mudah di rumah, namun sebaiknya sebaiknya tidak menggunakan satu uji saja dalam menentukan apakah madu yang diuji itu murni atau tidak.

Mengkonsumsi madu asli memang sangat dianjurkan karena jika kita mengkonsumsi yang telah dipalsukan bukan tidak mungkin akan membahayakan  kesehatan  karena bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam madu.

Rujukan: kompasiana

Kotaminasi Pestisida pada Madu Semakin Meluas

Madu adalah merupakan salah satu bahan pangan yang menyehatkan karena disamping sebagai sumber energi, madu juga memiliki fungsi sebagai anti bakteri terutama jika dioleskan pada luka. Madu memang memiliki banyak fungsi walaupun banyak pengakuan tentang khasiat madu masih belum dibuktikan secara ilmiah (sumber 1).

Ada hal yang cukup mengejutkan dunia ketika hasil penelitian kontaminasi pestisida pada  madu dari seluruh dunia dipublikasikan di Jurnal Ilmiah bergengsi dunia Science pada tanggal 6 Oktober lalu (Sumber 2).

Berbagai jenis madu dari berbagai wilayah di dunia yang diteliti: Sumber: Blaise Mulhauser, ABC
Berbagai jenis madu dari berbagai wilayah di dunia yang diteliti: Sumber: Blaise Mulhauser, ABC

Hasil penelitian ini mengungkap  bahwa dari 198 sampel madu yang diambil dari seluruh benua kecuali Antartika menunjukkan adanya jejak residu 5 senyawa pestisida neonicotinoid yang umum digunakan di bidang pertanian.

Jejak residu pestisida pada madu dari seluruh dunia. Sumber: Science
Jejak residu pestisida pada madu dari seluruh dunia. Sumber: Science

Madu dari Amerika Utara, Eropa dan Asia mengandung level pestisida yang tertinggi.  Walaupun level pestisida dalam madu yang beredar di seluruh dunia ini masih dalam batas aman bagi manusia (di bawah 1.8 0.56 nanogram per gram), namun hasil penelitian memberikan peringatan bagi kita semua bahwa pestisida yang ada di madu yang saat ini berbahaya dan berpengaruh pada koloni lebah madu, namun suatu saat nanti juga akan berbahaya bagi kesehatan manusia.

Pestisida neonicotinoid memang umum digunakan di dunia.  Jika residu pestisida ini menumpuk dalam tubuh manusia maka sudah dapat dipastikan akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 198 sampel madu yang dijual secara komersil dikirim dari seluruh dunia ternyata 75% diantaranya mengandung 1 sampai 5 macam senyawa neonicotinoid (acetamiprid, clothianidin, imidacloprid, thiacloprid, dan thiamethoxam). Sebanyak 45% sampel mengandung lebih dari 2 senyawa neonicotinoid, bahkan 10% dari sampel yang diuji mengandung 4-5 senyawa pestisida neonicotinoid.

Hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa sumber makanan lebah madu dari seluruh dunia  telah terkontaminasi dengan pestisida neonicotinoid.

Jejak penelusuran

Kecurigaan akan adanya pestisida dan bahan berbahaya lainnya di dalam madu dimulai sekitar 10 tahun yang lalu. Ketika itu seorang peternak lebih madu di Amerika mendapati sarang lebih peliharaannya tidak ada lebahnya (Sumber 3)

Pada tahun 2016 lalu misalnya populasi lebah madu yang dipelihara di Amerika berkurang sebanyak 28%. Sejak itu penurunan populasi lebah madu di seluruh dunia semakin meluas.

Salah satu penyebab menurunnya secara drastis populasi lebah ini adalah dugaan terkontaminasinya sumber makanan lebah dengan pestisida yang menyebabkan kematian lebah madu.

Thiamethoxam salah satu senyawa neonicotinoid  yang paling umum ditemukan pada madu yang berasal dari wilayah Oceania.  Senyawa pestisida ini memang telah dilarang digunakan di wilayah uni Eropa sejak tahun 2013 lalu karena diduga sebagai salah satu penyebab menurunnya populasi lebah madu di Eropa.

Kandungan pestisida neonicotinoid yang ditemukan pada madu bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Wilayah yang paling tinggi kontaminasinya adalah wilayah Amerika Utara yaitu mencapai 85% yang diikuti dengan Asia (80%), Eropa (79%) dan Amerika Selatan (57%).

Satu koloni lebah madu biasanya memiliki anggota lebah madu sekitar 60.000 lebah. Untuk tumbuh dan berkembang lebah madu memang sangat tergantung pada polen dan nectar sebagai sumber makanan utamnya.  Nektar oleh lebah madu yang dikumpulkan oleh lebah madu akan diubah menjadi madu yang berfungsi sebagai makanan dan cadangan makanan.

Pada umumya seekor lebah madu memiliki daya jelajah sekitar 4 km dari sarangnya untuk mencari dan mengumpulkan polen dan nektar. Namun ada diantara lebah madu yang memiliki daya jelajah sampai 12,5 km.

Jadi  jika madu yang dihasilkan oleh suatu koloni terkontamasi residu pestisida maka kita dapat membayangkan luasan wilayah sekitar koloni yang terkontaminasi.

Hasil penelitian ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa kontaminasi residu pestisida dapat terjadi pada  bahan makanan yang selama ini kita konsumsi dan kita anggap aman sekaligus memberikan gambaran bagi kita akan rentannya keberlangsungan populasi lebah abu yang selama ini sangat berjasa dalam proses polinasi pada tanaman.

rujukan : kompasiana

Kebijakan Satu Anak dan Fenomena Bujang Lapuk yang Melanda Tiongkok

Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh pemerintah Tiongkok sebelum, setelah lebih dari 35 tahun penerapan kebijakan one child one policy, fenomena kesulitan mencari istri sekarang sedang melanda Tiongkok.

Penerapan kebijakan satu anak per keluarga yang diterapkan di era tahun 1980 an ditujukan untuk mengontrol angka kelahiran yang saat itu sangat mengkhawatirkan itu kini menunjukkan dampaknya walaupun kebijakan ini sudah diperlonggar pada tahun 2015 lalu.

Kebijakan one child yang diterapkan tahun 1979 kini mulai menimbulkan dampaknya. Sumber:i.ytimg.com

Hal yang paling menarik  ketika peraturan ini diterapkan adalah respon masyarakat yang cenderung ingin memiliki anak laki-laki karena alasan budaya yang menempatkan anak laki-laki sebagai penerus marga dan aset penerus usaha keluarga.

Dampak kebijakan one child terhadap keseimbangan gender. Sumber: s3.mirror.co.uk
Dampak kebijakan one child terhadap keseimbangan gender. Sumber: s3.mirror.co.uk

Akibatnya selama kurun waktu 35 tahun terjadi  perubahan struktur populasi yang mengarah pada jumlah laki-laki yang lebih banyak jika dibandingkan dengan perempuan. Saat kebijakan berlangsung keluarga pada umumnya memeriksakan jenis kelamin bayinya saat usia kandungan 2 bulan. Jika janin tersebut berjenis kelamin perempuan, maka akan dilakukan aborsi.

Data empiris menunjukkan bahwa saat ini  diprediksi 1 dari setiap 5  pemuda Tiongkok tidak akan mendapatkan wanita untuk dijadikan istri.

Ketidak seimbangan gender akan terus berlanjut. Sumber: CNN , i2.cdn.turner.com
Ketidak seimbangan gender akan terus berlanjut. Sumber: CNN , i2.cdn.turner.com

Ketidakseimbangan gender ini memang sangat mengkhawatirkan dan kemungkinan besar pada saat diluncurkan program one child one family kurang diperkirakan dampak dalam jangka panjangnya. Dalam jangka pendek kebijakan ini memang sangat ampuh untuk menahan meledaknya populasi Tiongkok, namun  dalam jangka panjang justru akan menimbulkan masalah baru.

Tanda-tanda ketidakseimbangan ini terjadi baik di wilayah pedesaan maupun di wilayah perkotaan. Di wilayah pedesaan akibat banyaknya anak laki-laki yang lahir, maka jumlah anak perempuan menjadi langka. Padahal di wilayah pedesaan perempuan sangat diandalkan dalam hal pekerjaan sehari hari, pekerjaan di pertanian dan mengurus orang tua.

Kekurangan calon istri ini membuat banyak pemuda di wilayah pedesaan menjadi bujang lapuk dan justru menjadi beban keluarga. Usia umum pemuda melangsungkan perkawinannya adalah antara 22-24 tahun.  Usia pemuda 27 tahun sudah dianggap kadaluarsa jika belum mendapatkan istri. Sulitnya mendapatkan istri ini tidak saja menjadi beban mental si pemuda juga menjadi semacam “aib” bagi keluarga karena anaknya dinilai tidak laku.

Di wilayah perkotaan fenomena ini juga terjadi. Jika dilihat dengan kasap mata, maka ketidakseimbangan gender ini walaupun tidak separah di pedesaan namun sudah terjadi dan dalam tahap yang mengkhawatirkan.

Di pabrik garmen, pabrik elektronik dan pabrik lainnya yang menggunakan tenaga kerja massal fenomena ini tampak jelas. Jika sekitar 25 tahun yang lalu pabrik yang menggunakan tenaga kerja masal ini didominasi oleh pekerja perempuan dengan perbandingan sekitar 20% laki : 80% perempuan, kini rasio itu merangkak, di mana jumlah proporsi pekerja laki laki justru sudah melebihi proporsi 50%.

Dalam kondisi kekurangan wanita untuk dijadikan istri ini, tentu saja membuat perempuan memiliki kesempatan untuk memilih lebih selektif calon suaminya baik dari segi besaran penghasilan dan juga ketampanannya. Semakin selektifnya perempuan untuk memilih calon suami inilah  yang membuat jumlah bujang lapuk di wilayah perkotaan mulai menumpuk.

Fenomena yang tidak biasa terjadi ini membuat banyak bujang lapuk dan juga keluarganya mengambil langkah ekstrim yaitu berburu calon istri ke luar negeri seperti misalnya dari Vietnam, Myanmar, Laos dan juga Indonesia.

Pencarian istri di luar negeri ini juga sering kali berujung pada masalah karena umumnya melalui calo.  Calon istri pada umumnya diiming-imingi bahwa calon suaminya adalah orang terpandang dan kaya di Tiongkok.  Padahal banyak diantara bujang lapuk ini adalah pemuda biasa.

Akibatnya banyak istri yang berasal dari luar negeri ini setelah kawin dan menetap di Tiongkok sangat kecewa dengan kondisi yang sebenarnya dan sulit kembali ke negara asalnya.

Mencari istri dari luar negeri bukanlah cara satu satunya yang ditempuh oleh para bujang lapuk ini.  Cara lain yang lebih ekstrim adalah menculik ataupun membeli calon istri baik dari wilayah di Tiongkok maupun dari luar negeri. Data empiris juga menunjukkan bahwa angka penculikan perempuan baik yang belum kawin maupun sudah kawin mulai meningkat.  Pihak berwenang Tiongkok pun sudah mulai menyelidiki dan mengambil tindakan.

Perempuan yang diculik ini selanjutnya dibawa ke wilayah pedesaan yang terpencil untuk dijual dan dikawinkan di sana.  Perlindungan dan penjagaan ketat pihak terkait di wilayah terpencil ini membuat kasus penculikan ini sulit untuk diungkap.

Hal yang paling menarik adalah penculikan wanita yang sudah menikah untuk dikawinkan lagi.  Dalam kasus yang menimpa seorang suami yang perekonomiannya termasuk lumayan dimana istrinya diculik ketika dia sedang bekerja. Dalam kasus ini tidak ada satu barangpun yang hilang dan juga tanda-tanda kekerasan yang terjadi. Namun istrinya lenyap seperti ditelan bumi.

Suami ini sangat yakin bahwa istrinya diculik dan dibawa ke wilayah terpencil untuk dikawinkan lagi.  Memang kejadian seperti ini sangat ironis dan memprihatinkan karena mereka sudah memiliki dua anak perempuan yang masih kecil.  Disamping itu tentunya kasus yang menimpa suami ini diyakini bukanlah kasus satu satunya.

Motif utama penculikan ini umumnya adalah masalah uang.  Di mana para perantara mendapatkan uang dari usaha illegal ini.  Selain itu, uang yang diberikan kepada keluarga perempuan pada saat perkawinan terkadang menjadi motif tersendiri bagi keluarga untuk mengawinkan kembali anak perempuannya.

Kejadian hilangnya perempuan dan istri ini membuat banyak kalangan menjadi prihatin dan mengambil langkah komunal mengingat langkah pihak berwenang sering kali tidak membuahkan hasil. Kelompok komunal ini disamping menggunakan fasilitas internet mereka juga menggunakan jejaring lain seperti jejaring sopir taksi, angkutan umum dll untuk melacak dan mengantisipasi upaya penculikan.

Kartu Perempuan Hilang merupakan salah satu cara melacak perempuan yang hilang. Sumber : Al Jazeera, bc05.ajmn.me

Salah satu cara yang cukup unik adalah memodifikasi kartu remi dengan mengganti gambarnya menjadi gambar perempuan yang hilang.  Di bawah photo tersebut dituliskan informasi umum dan sejarah hilangnya.

Kartu ini selanjutnya disebar dan dipegang oleh masyarakat. Jika suatu saat mereka menemukan orang tersebut maka mereka dapat melaporkan ke kelompok komunal ini seperti yang tertera dalam kartu.  Mengingat jenis kartu juga akan memudahkan orang mengingat wajah perempuan yang hilang tersebut.

Perjalanan kebijakan pengontrolan kelahiran di Tiongkok. Sumber: aa.com.tr
Perjalanan kebijakan pengontrolan kelahiran di Tiongkok. Sumber: aa.com.tr

Fenomena membludaknya bujang lapuk yang melanda Tiongkok saat ini  menjadi perhatian dunia dan juga sekaligus menjadi pelajaran yang sangat berharga.  Hal ini mengingatkan kembali bahwa kebijakan yang terkait dengan kependudukan dan sumber daya manusia harus dirancang secara matang dan diperkirakan dampaknya baik dampak jangka pendek maupun dampak jangka panjangnya.

Sekali kebijakan diterapkan kemungkinan dampak buruknya baru akan terlhat setelah  30 tahun atau lebih ke depannya.

Rujukan: kompasiana

Mengelola Online shop Tokosragen.com

Alhamdulillah sekarang saya punya toko online yang menjual Kaos anak Muslim dan pakaian muslim yang lainnya. Toko online merupakan impian saya sebagai pendapatan pengganti dari google adsense, meskipun sampai sekarang saya masih ikut program google adsense juga dengan pendapatan yang tidak lagi besar. Dan saya akan berusaha untuk dapat sepenuhnya menggantikan google adsense dengan Toko online saya tersebut.

BANNER

Dalam membangun toko online ‘tokosragen.com‘ ini saya merasa masih begitu sulit untuk mendapatkan trafik dari Google search tapi alhamdulillah pembelian dari promosi di media sosial patutlah untuk disyukuri. Bulan Desember kemarin merupakan bulan yang paling besar penjualannya di banding bulan – bulan lainnya dengan mengirim 9 paket kiriman dengan jumlah kaos yang sekitar 71 kaos. Asal diketahui saya beli domain tokosragen.com sejak april 2014 yang lalu, kemudian karena bingung mau jual apa saya biarkan webnya begitu saja. Kemudian Dibulan April 2015 saya mendapat ide untuk menjual Kaos Anak Muslim Belajar Bahasa Arab yang merupakan kaos milik teman.

Waktu pun berjalan sampai bulan Juli 2015 saya baru berhasil menjual 12 Kaos ke Kota Pemalang Jawa tengah. Iya … 3 bulan saya baru dapat pembeli, memang performa saya sebagai penjual kaos anak Muslim ini kurang memuaskan tapi saya syukuri untuk pembelian pertama ini. Bulan berikutnya pun juga mendapat 1 pembeli dari Sidoarjo Jatim, bulan berikutnya tidak ada pembelian, bulan berikutnya juga tidak ada pembelian dan sampai bulan November saya dapat pembeli lagi dari Jakarta.

Demikian pengalaman saya dalam mengelola tokosragen.com dalam kaitan dengan jumlah pengunjung dan pembeli semoga di waktu mendatang lebih bagus lagi penjualannya dan menjadi toko online yang besar. Amin

Semoga tulisan saya ini bermanfaat buat anda yang sedang atau akan menggeluti dunia toko online ini

APA YANG DILAKUKAN AGAR TETAP TEGAR DAN KOKOH DI ATAS  MANHAJ SALAF SHALIH

Catatan Mengenal Manhaj Salaf

catatanmms147

APA YANG DILAKUKAN AGAR TETAP TEGAR DAN KOKOH DI ATAS  MANHAJ SALAF SHALIH

Fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan –hafizhahullahu Ta’ala–

Pertanyaan:

Apa kaidah-kaidah syariat yang perlu diperhatikan oleh seorang muslim agar dia tegar dan kokoh dalam menjalani manhaj salaf shalih, tidak terjatuh pada penyelewengan, serta tidak dipengaruhi oleh manhaj-manhaj susupan yang menyimpang? 

Lihat pos aslinya 702 kata lagi

Download Canon MP287 Driver

Canon Mp287 merupakan Printer yang dapat digunakan untuk mencetak , memindai dan mengkopi sekaligus. Printer mp287 ini merupakan printer cocok untuk digunakan dirumah maupun di kantor.

Saya ingin berbagi kepada anda sebuah software yaitu Canon MP287 Driver . Software Canon Mp287 ini mempunyai ukuran 22 Mb bisa anda gunakan untuk Windows Xp, Windows Vista, Windows 7 maupun Windows 8.

Silahkan mendownload Driver Canon Mp287 ini di situs download Fileswan.com ,

berikut linknya : Download Canon MP287 Driver

 

Untukmu Yang Bertanya Tentang Tatacara Wudhu Yang Benar

Oleh : Abu Ibrahim Abdullah bin Mudakir

wudhu

Mengetahui bagaimana tatacara wudhu yang benar adalah sebuah perkara yang sangat penting dikarenakan wudhu adalah ibadah yang sangat agung yang merupakan syarat sah ibadah shalat seseorang. Disamping itu wudhu mempunyai keutamaan yang sangat banyak dan diantara keutamaan wudhu yang datang penyebutannya didalam sebuah hadist yaitu dimana Rasulullah shallallahu aalaihi wasallam bersabda :

مَامِنْكُمْمِنْأَحَدٍيَتَوَضَّأُفَيُبْلِغُأَوْفَيُسْبِغُالْوُضُوءَثُمَّيَقُولُأَشْهَدُأَنْلاَإِلَهَإِلاَّاللَّهُوَأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُاللَّهِوَرَسُولُهُإِلاَّفُتِحَتْلَهُأَبْوَابُالْجَنَّةِالثَّمَانِيَةُيَدْخُلُمِنْأَيِّهَاشَاءَ

“ Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa : “ Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Dalam sebuah riwayat : “Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad hamba Allah dan utusan-Nya” (HR. Muslim)

yang hal ini dicapai dengan niat yang ikhlas dan berwudhu dengan benar, oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana tatacara wudhu yang benar.

Syarat-syarat Wudhu

Wudhu mempunyai syarat-syaratnya yang sebagiannya merupakan syarat-syarat ibadah yang lainnya juga. Yaitu Islam, berakal, tamyyiz, niat, menggunakan air yang suci, menghilangkan apa yang dapat menghalangi sampainya air ke kulit, seperti tanah, cat, dan yang lainnya.

Fardhu-fardhu Wudhu

Menurut pendapat yang benar insya Allah bahwasanya wajib dan fardhu mempunyai makna yang sama tidak ada perbedaan. Fardhu-fardhu wudhu ada enam yaitu : mencuci wajah termasuk bagian wajah berkumur-kumur dan istinsyaq, mencuci kedua tangan sampai siku, mengusap kepala seluruhnya dan termasuk bagian kepala kedua telinga, membasuh kedua kaki, tartib (berurutan), muwaalat (berkesinambungan/tidak teputus). (Silakan lihat kitab Duruus Al Muhimmah liaamatil Ummah, Syaikh Ibnu Baaz Rahimahullah)

 

Tatacara Wudhu

1.       Niat .

Yaitu berniat di dalam hatinya untuk berwudhu hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إنماالأعمالبالنيات

“Sesungguhnya amalan itu tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhari : 1 dan Muslim : 1907)

Apa hukum niat dalam berwudhu?

Niat adalah syarat sah wudhu dan mandi (mandi janabah) menurut pendapat yang benar, ini pendapatnya mayoritas ulama dari kalangan shahabat dan tabi’in, dalilnya berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas.

Di mana tempatnya niat, dan apa hukum mengucapkan niat?

Berkata Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah : “Niat tempatnya di hati, tidak ada tempatnya di lisan  pada seluruh amalan, oleh karena itu barangsiapa yang mengucapkan niat ketika hendak shalat, atau puasa, atau haji atau wudhu atau amalan yang selain dari itu, maka dia telah berbuat bid’ah dalam agama yang tidak ada padanya.” (Syarh Riyaadhus shaalihin : 13)

 2.       Tasmiyah (membaca Basmallah).

Hal ini berdasarkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لاصلاةلمنلاوضوءله, ولاوضوءلمنلميذكراسماللهتعالىعليه

“Tidak ada shalat (tidak sah) orang yang shalat tanpa berwudhu dan tidak ada wudhu (tidak sah) wudhunya seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud : 101. Ibnu Majjah : 397, dan At-Tirmidzi : 25 dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di I’rwa :81 dari sahabat Abu Hurairah)

 

Hukum membaca Bismillah dalam berwudhu?

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum membaca Bismillah ketika berwudhu, hal ini karena berbeda pendapat tentang keshahihan hadits di atas (hadits Abu Hurairah), jadi ada yang berpendapat hukumnya wajib, dan ada yang berpendapat hukumnya sunnah dan ada juga yang berpendapat hukumnya bukan sunnah. Insya Allah pendapat yang mengatakan wajib pendapat yang raajih (terpilih) hal ini berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas. Dan ini madzhabnya Dhohiriyah, Ishaq, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, pendapat ini yang dipilih oleh Ibnu Qudamah, Shidiq Hasan Khan, Imam Syaukani, dan Syaikh Al-Albani.

Kapan dibaca dan bagaimana bacaannya?

Dibaca setelah ia berniat untuk berwudhu sebelum melakukan seluruhnya dan yang dibaca adalah (باسمالله) sesuai dengan hadits. Wallahu a’lam.

 3.       Membasuh kedua telapak tangan.

Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali hal ini berdasarkan banyak hadits, di antaranya :

عَنْحُمْرَانَمَوْلَىعُثْمَانَبْنِعَفَّانَأَنَّهُرَأَىعُثْمَانَدَعَابِوَضُوءٍفَأَفْرَغَعَلَىيَدَيْهِمِنْإِنَائِهِفَغَسَلَهُمَاثَلاَثَمَرَّاتٍثُمَّأَدْخَلَيَمِينَهُفِيالْوَضُوءِثُمَّتَمَضْمَضَوَاسْتَنْشَقَوَاسْتَنْثَرَثُمَّغَسَلَوَجْهَهُثَلاَثًاوَيَدَيْهِإِلَىالْمِرْفَقَيْنِثَلاَثًاثُمَّمَسَحَبِرَأْسِهِثُمَّغَسَلَكُلَّرِجْلٍثَلاَثًاثُمَّقَالَرَأَيْتُالنَّبِيَّصلىاللهعليهوسلميَتَوَضَّأُنَحْوَوُضُوئِيهَذَاوَقَالَمَنْتَوَضَّأَنَحْوَوُضُوئِيهَذَاثُمَّصَلَّىرَكْعَتَيْنِلاَيُحَدِّثُفِيهِمَانَفْسَهُغَفَرَاللَّهُلَهُمَاتَقَدَّمَمِنْذَنْبِهِ

Dari Humran –bekas budaknya Ustman Bin Affan- pernah melihat Ustman meminta air untuk wudhu, “ lalu beliau (Ustman) menuangkan air ke kedua telapak tangannya dari wadah tersebut maka dibasuhlah (dicuci) sebanyak tiga kali, beliau lantas mencelupkan tangan kanannya kedalam air tersebut kemudian berkumur-kumur, istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung) dan istinsyar (mengeluarkannya). Kemudian beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh tangannya sampai sikunya sebanyak tiga kali, kemudian mengusap kepalanya, kemudian membasuh (mencuci) setiap kakinya sebanyak tiga kali. Kemudian beliau berkata Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu seperti wudhuku ini dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua rakaat tidak berkata-kata di jiwanya (khusyu’), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari: 159 dan Muslim : 423)

Terkadang dilakukan sebanyak dua kali atau satu kali.

 

Hukum mencuci telapak tangan pada permulaan berwudhu?

Para ulama ijma’ (sepakat) tentang hukumnya sunnah membasuh kedua telapak tangan dalam permulaan berwudhu sebagaimana yang dinukilkan di antaranya oleh Ibnul Mundzir.

Tetapi kalau sehabis tidur pada malam hari lalu bangun dan hendak berwudhu maka hukumnya wajib mencuci kedua telapak tangan pada permulaan berwudhu menurut pendapat yang raajih (terpilih) Insya Allah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَإِذَااسْتَيْقَظَأَحَدُكُمْمِنْنَوْمِهِفَلْيَغْسِلْيَدَهُقَبْلَأَنْيُدْخِلَهَافِيوَضُوئِهِفَإِنَّأَحَدَكُمْلاَيَدْرِيأَيْنَبَاتَتْيَدُهُ

“Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidur, maka culilah kedua tangannya sebelum memasukkan ke dalam bejana, dikarenakan salah seorang dari kalian tidak tahu di mana tangannya berada.” (HR. Mutafaqun ‘Alaihi) 

Adapun untuk bangun tidur pada siang hari hukumnya sunnah. Dan ini masyhur madzhabnya Imam Ahmad, dan Hasan Al-Bashri dan Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radiyallahu anhuma berpendapat dengannya. Wallahu a’lam.

4.       Madmadhah (berkumur-kumur), Istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dengan menghirupnya) dan istinsyar (mengeluarkan air dari hidung).

Dalam sebuah hadits diantaranya

Yang diriwayatkan oleh Humran tentang praktek wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dilakukan oleh Utsman Bin Affan sampai pada perktaan

ثُمَّأَدْخَلَيَمِينَهُفِيالْوَضُوءِثُمَّتَمَضْمَضَوَاسْتَنْشَقَوَاسْتَنْثَرَ

“…..Beliau lantas mencelupkan tangan kanannya kedalam air tersebut kemudian berkumur-kumur, istinsyaq (memasukkan iar kedalam hidung) dan istinsyar (mengeluarkannya)…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits yang lainRasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabada:

إذاتوضأأحدكمفليجعلفيأنفهماءثمليستنثر

“Jika salah seorang dari kalian berwudhu maka hendaknya dia menghirup air ke hidung lalu mengeluarkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Berkumur-kumur, istinsyaq dan istinsyar dilakukan terkadang sebanyak tiga kali atau dua kali atau satu kali.

Hukum berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) ?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, Insya Allah pendapat yang rajih (kuat) yang saya pribadi cenderung kepadanya bahwasanya berkumur-kumur dan istinsyaq hukumnya wajib. Berdasarkan sebuah hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إذاتوضأتفمضمض

“Jika kamu berwudhu maka berkumurlah.” (HR. Abu Dawud : 144, dishahihkan oleh syaikh Al-Albani di shahih Abi Dawud :131)

Dan ini madzhabnya Ibnu Abi Laila, Hammad, Ishaaq dan masyhur dari Imam Ahmad.

 

Bagaimana cara berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung)?

Berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dengan tangan kanan kemudian istintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan tangan kiri.  Sebagaimana dalam sebuah hadits,

وعنعبدخيرقال : نحنجلوسننظرإليعليحينتوضأفأدخليدهاليمنىفملأفمهفمضمضواستنشقونثربيدهاليسرىفعلهذاثلاثمراتثمقالمنسرهأنينظرإلىطهوررسولاللهصلىاللهعليهوسلمفهذاطهوره

Dari Abdi Khoir berkata : “Suatu ketika kami duduk-duduk sembari melihat Ali yang sedang berwudhu. Lalu Ali memasukkan tangan kanannya, memenuhi mulutnya kemudian berkumur dan memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkan air dengan mengunakkan tangan kirinya. Dia melakukan hal itu sebanyak tiga kali lantas mengatakan, siapa yang suka untuk melihat tatacara wudhunya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam maka inilah sifat wudhunya beliau.” (HR. Ad-Darimi dari Abdi Khair, syaikh Al-Albani mengatakan sanadnya shahih di Al-Misykat 1/89)

 

Apakah menggabungkan dengan satu cidukan untuk berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung)atau memisahkan satu cidukan untuk berkumur-kumur dan mengambil air lagi untuk istinsyaq?

Menurut pendapat yang raajih (terpilih) Insya Allah dan ini pendapatnya mayoritas ulama, adalah pendapat yang menganjurkan untuk menggabungkan cidukan air untuk berkumur-kumur dan istinsyaq. Sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari shahabat Abdullah bin Zaid yang mencontohkan wudhunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam : (sampai pada perkataan)

فَمَضْمَضَوَاسْتَنْشَقَمِنْكَفٍّوَاحِدَةٍفَفَعَلَذَلِكَثَلاَثًا

“Berkumur-kumur dan beristinsyaq (memasukkan air kehidung) dari satu telapak tangan dilakukan sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari dan Muslim)

5.       Membasuh wajah.

Mencuci wajah adalah mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala menuju ke bagian bawah kumis dan jenggot sampai pangkal kedua telinga, hingga mengenai persendian yaitu bagian wajah yang terletak antara jengot dan telinga.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’aala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6)

Dan dalam banyak hadits diantaranya hadits yang diriwayatkan dari Humran maula (bekas budaknya) Utsman menuturkan bahwa Utsman meminta air wudhu lalu menyebutkan sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam “… (sampai pada)

ثُمَّغَسَلَوَجْهَهُثَلاَثًا

Kemudian mencuci wajahnya sebanyak tiga kali..” (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Hukum membasuh wajah  ketika wudhu?

Para ulama ijma’ (sepakat) tentang wajibnya membasuh wajah didalam berwudhu. Sebagaimana dinukilkan oleh Imam At-Thahawi,  Al-Maawardi, Ibnu Rusd, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi.

Apa hukum menyela-nyela jengot ketika berwudhu?

Para ulama sepakat tentang disyari’atkanya menyela-nyela jenggot ketika berwudhu, dan berselisih pendapat tentang hukumnya, ada yang berpendapat wajib dan yang berpendapat sunnah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits.

أنالنّبيّصلىعليهوسلّمكانيخلّللحيته

“Bahwasannya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam senantiasa menyela-nyela jengotnya.” (HR. At-Tirmidzi : 31 dan dia mengatakan hadits hasan shahih dari shahabat Utsman bin Affan)

Dan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau menuturkan: “Bahwasanya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudhu maka beliau mengambil air dengan telapak tangannya lalu memasukkannya di bawah langit-langit mulut kemudian menyela-nyela jengot beliau dengannya, lalu beliau bersabda : ‘Demikianlah Rabb-ku subhaanahu wata’ala memerintahkanku.” (HR. Abu Daud, Al-Baihaqi, Al-Hakim dan dishahihkan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shahihul Jami’ :4572)

Wallahu a’lam bish shawwab insya Allah pendapat yang terpilih adalah pendapat yang mengatakan hukumnya sunnah. Dan ini madzhabnya Imam Malik dan riwayat dari Imam Ahmad dan Ahli Madinah, Hasan Al-Bashri, Ibnu Siriin dan selain mereka

 6.       Mencuci kedua tangan sampai ke siku.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6)

 

Dan (   إلى) pada ayat ini bermakna ( bersama : مع ), maka wajib untuk memasukkan siku dalam penyucian kedua tangan.

Dan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Humran Maula (bekas budaknya) Utsman menuturkan bahwa Utsman meminta air wudhu lalu menyebutkan sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam “… (sampai pada)

وَيَدَيْهِإِلَىالْمِرْفَقَيْنِثَلاَثًا

mencuci kedua tangannya sampai kesiku sebanyak tiga kali…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mencuci tangan sampai siku dilakukan terkadang sebanyak tiga kali atau dua kali atau satu kali.

 

Hukum mencuci kedua tangan sampai siku ketika berwudhu?

Para ulama sepakat (ijma’) tentang wajibnya mencuci kedua tangan sampai ke siku. Sebagaimana dinukilkan oleh oleh At-Thahawi, Ibnu Abdil Bar, Ibnu Hazm, Ibnu Rusyd, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi.

Bagaimana jika seseorang tangannya atau bagian dari tangannya terpotong, masihkah dia wajib mencuci tangannya?

Maka kondisi seperti ini ada beberapa kondisi :

  • Apabila tangannya terputus dari atas siku maka tidak ada kewajiban baginya untuk mencuci tangannya karena sudah tidak ada lagi bagian yang dicuci.
  • Apabila tangan terputus dari bagian bawah siku, maka wajib dicuci sisa tangan yang ada sampai siku
  • Apabila terputusnya dari siku (persendian siku) para ulama berbeda pendapat tentangnya, ada berpendapat wajib dicuci ujung tangannya dan ada yang berpendapat tidak wajib mencuci unjung tangannya (pas bagian terputus) Wallahu a’lam bish shawwab

7.       Membasuh kepala seluruhnya termasuk telinga.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’aala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al-Maidah : 6)

Dan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Humran Maula (bekas budaknya) Utsman menuturkan bahwa Utsman meminta air wudhu lalu menyebutkan sifat wudhu Nabi shallallahu alaihi wasallam “… (sampai pada)

ثُمَّمَسَحَبِرَأْسِهِ

kemudian mengusap kepalanya” (HR. Bukhari dan Muslim)

Apa hukumnya membasuh kepala ketika berwudhu?

Para ulama sepakat (ijma’) tentang wajibnya membasuh kepala ketika berwudhu. Sebagaimana dinukilkan oleh At-Thahawi, Ibnu Abdil Bar, Ibnu Rusyd, Ibnu Qudamah dan An-Nawawi dan yang lainnya

Yang diusap sebagian kepala atau semua?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, dan yang rajih (terpilih) adalah yang mengatakan wajibnya membasuh seluruh kepala berdasarkan ayat diatas dan karena inilah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam banyak hadits yang menerangkan sifat wudhu Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ini madzhabnya Imam Malik, Ahmad, Al-Mazini yang masyhur dari mereka.

Apakah hal ini untuk laki-laki saja atau juga untuk wanita?

Membasuh seluruh kepala untuk laki-laki dan wanita, sebagaimana disebutkan oleh IbnuTaimiyyah (Majmu Fatawa : 21/23).

Diusap sekali atau tiga kali?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, dan pendapat yang raajih Insya Allah pendapat yang mengatakan diusap sekali, berdalil dengan hadits yang diriwayatkan oleh Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan Abdullah bin Zaid dan ini pendapatnya kebanyakan para ulama.

Apakah kedua telinga termasuk kepala dan apa hukum membasuhnya?

Kedua telinga termasuk kepala, hal ini berdasarkan sebuah hadits di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

الأذنانمنالرأس

“Kedua telinga termasuk bagian dari kepala.” (HR. Ibnu Majah : 443 dan dishahihkan Syaikh Al-Albani di dalam shahih Ibnu Majah : 375 dan Irwa’ : 84)

Adapun tentang hukumnya para ulama berbeda pendapat hal ini dikarenakan perbedaan dalam menentukan shahih dan tidaknya hadits di atas, sebagian ulama mengatakan wajib mengusap telinga seperti Imam Ahmad dan sebagian lagi berpandangan sunnah. Insya Allah pendapat yang raajih (terpilih) pendapat yang mengatakan hukumnya wajib berdasarkan dalil-dalil yang ada. Berkata Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul ‘Aziz bin Baaz Rahimahullah : “Fardhu-fardhu wudhu ada enam … (disebutkan di antaranya)… membasuh seluruh kepala dan dan termasuk bagian kepala, kedua telinga.” (Duruusul Muhimmah Liaamatil Ummah : 62, beserta syarhnya)

 

Cara mengusapnya bagaimana?

Caranya yaitu mengusap kepala dengan kedua tangan dari depan menuju ke belakang sampai ke tengkuk kemudian mengembalikannya ke tempat awal kemudian memasukkan jari telunjuk ke dalam telinga dan ibu jari di belakang daun telinga (bagian luar) dan digerakkan dari bawah daun telinga sampai ke atas.

Tentang hal ini sebagaimana hadits-hadits yang telah lalu penyebutannya yang menjelaskan tentang sifat wudhu Rasulullah dan sebuah hadits dari Abdullah bin Amr, beliau menuturkan tentang sifat wudhu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

ثُمَّمَسَحَبِرَأْسِهِفَأَدْخَلَإِصْبَعَيْهِالسَّبَّاحَتَيْنِفِىأُذُنَيْهِوَمَسَحَبِإِبْهَامَيْهِعَلَىظَاهِرِأُذُنَيْهِ

“… Kemudian beliau mengusap kepala beliau lalu memasukkan kedua jari telunjuk beliau ke dalam telinga dan mengusap bagian luar telinga dengan kedua ibu jari tangan beliau.” (HR. Abu Dawud : 135, An-Nasa’i : 140, Ibnu Majah : 422 dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

 

Apakah mengambil air yang baru untuk mengusap telinga?

Para ulama berselisih pendapat tentang hal ini, Insya Allah pendapat yang rajih (kuat) yang mengatakan tidak mengambil air yang baru cukup dengan air yang digunakan untuk mengusap kepala. Berdasarkan hadits tentang cara wudhunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amr dan Ibnu Abbas. Dan ini pendapatnya kebanyakan ulama.

Kalau pakai imamah apakah dibolehkan mengusap imamahnya dan kalau boleh bagaimana cara mengusapnya?

Dibolehkan membasuh imamah menurut pendapat yang benar.

Ada dua cara :

  • Dengan membasuh imamahnya saja hal ini berdasarkan hadits :

عَنْأَبِيسَلَمَةَعَنْجَعْفَرِبْنِعَمْرٍو،عَنْأَبِيهِ،قَالَرَأَيْتُالنَّبِيَّصلىاللهعليهوسلميَمْسَحُعَلَىعِمَامَتِهِوَخُفَّيْهِ

Dari Ja’far bin ‘Amr , dari bapaknya berkata : “Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap imamah dan kedua sepatu beliau.(HR. Bukhari : 205)

Dan cara membasuhnya seperti membasuh kepala sebagaimana pendapatnya sebagian ulama di antaranya Imam Ahmad.

  • Membasuh ubun-ubunnya dan imamahnya hal ini berdasarkan hadits Mughirah bin Syu’bah, beliau menuturkan :

أَنَّالنَّبِىَّصلىاللهعليهوسلمتَوَضَّأَفَمَسَحَبِنَاصِيَتِهِوَعَلَىالْعِمَامَةِوَعَلَىالْخُفَّيْنِ

“Bahwasanya Nabi berwudhu lalu mengusap ubun-ubun dan imamah serta kedua sepatu.” (HR. Muslim)

Adapun peci maka tidak disyari’atkan membasuh peci menurut pendapat yang benar dan ini pendapatnya kebanyakan  ulama, mereka berdalil karena tidak dinukilkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Wallahu a’lam bish shawwab

8.       Membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

Hal ini berdasarkan Firman Allah Ta’ala :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى المَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…” (Qs. Al Maidah : 6)

Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Utsman di dalam shahih Bukhari dan Muslim :

ثُمَّغَسَلَكُلَّرِجْلٍثَلاَثًا

“…kemudian mencuci kedua kakinya sebanyak tiga kali.”

Hukum membasuh (mencuci) kedua kaki ketika wudhu?

Menurut pendapat yang rajih (kuat) pendapatnya mayoritas ulama yang mengatakan hukumnya wajib membasuh (mencuci) dan tidak mencukupi kalau hanya diusap. Dalilnya hadits sangat banyak tentang sifat wudhunya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan berdasarkan hadits Ibnu Umar, beliau berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

وَيْلٌلِلأَعْقَابِمِنَالنَّارِ

“Celakalah tumit-tumit (yang tidak terkena basuhan air wudhu -ed) dari api neraka.” (HR. Bukhari : 161 dan Muslim : 241)

9.       At-Tartiib

Membersihkan anggota wudhu satu demi satu dengan urutan yang sebagaimana Allah perintahkan. Hal ini berdasarkan dalil ayat dan hadits yang menjelaskan tentang sifat wudhu. Dan juga berdasarkan hadits :

أَبْدَأُبِمَابَدَأَاللَّهُبِهِ

“Mulailah dengan apa yang Allah mulai dengannya.” (HR. Muslim : 1118)

 

Hukumnya?

Hukumnya wajib tartiib (berurutan) dalam berwudhu menurut pendapat yang terpilih (Insya Allah) dan ini Madzhabnya Utsman, Ibnu Abbas dan riwayat dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu anhum. Dan dengannya Qatadah, Abu Tsaur, Syafi’i, Ishaq bin Rahawaih berpendapat, dan pendapat ini  masyhur dari Imam Ahmad.

10.   Al Muwaalat (berkesinambungan dalam berwudhu sampai selesai tidak terhenti atau terputus)

Hal ini berdasarkan sebuah hadits :

 عنعُمَرُبْنُالْخَطَّابِأَنَّرَجُلاًتَوَضَّأَفَتَرَكَمَوْضِعَظُفُرٍعَلَىقَدَمِهِفَأَبْصَرَهُالنَّبِىُّصلىاللهعليهوسلمفَقَالَ « ارْجِعْفَأَحْسِنْوُضُوءَكَ ». فَرَجَعَثُمَّصَلَّى

Dari  Umar bin Khaththab menuturkan bahwasanya seseorang berwudhu, bagian kuku pada kakinya tidak  terkena air wudhu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memandangnya maka berkata : “Kembalilah, baguskanlah wudhumu (ulangi –ed), kemudian orang tersebut kembali berwudhu kemudian shalat.” (HR. Muslim : 243)

Hukumnya?

Pendapat yang raajih (terpilih) insya Allah yang mengatakan hukumnya wajib, dalilnya seperti yang telah disebutkan di atas. Kalau sendainya bukan wajib tentu cukup dengan membasuh bagian yang tidak terkena air saja setelah terhenti atau terputus, tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mengulangi wudhunya ini menunjukkan muwaalat (berkesinambungan) hukumnya wajib. Wallahu a’lam. Dan pendapat yang mengatakan wajib madzhabnya Imam Malik, pada sebuah riwayat dari Imam Ahmad, Al-Auza’i, Qatadah dan dengannya Ibnu Umar berpendapat.

11.   Doa setelah wudhu

Rasulullah shallallahu aalaihi wasallam bersabda :

مَامِنْكُمْمِنْأَحَدٍيَتَوَضَّأُفَيُبْلِغُأَوْفَيُسْبِغُالْوُضُوءَثُمَّيَقُولُأَشْهَدُأَنْلاَإِلَهَإِلاَّاللَّهُوَأَنَّمُحَمَّدًاعَبْدُاللَّهِوَرَسُولُهُإِلاَّفُتِحَتْلَهُأَبْوَابُالْجَنَّةِالثَّمَانِيَةُيَدْخُلُمِنْأَيِّهَاشَاءَ

“ Tidaklah salah seorang diantara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa : “ Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki.”

Dalam sebuah riwayat : “Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasannya muhammad hamba Allah dan utusannya” (HR. Muslim)

 

Apa hukumnya membaca doa diatas setelah wudhu?

Hukumnya sunnah sebagaimana diakatakan oleh Imam An-Nawawi didalam syarh shahih Muslim.

Catatan :

Tidak boleh seseorang berlebih-lebihan dalam mengunakan air ketika berwudhu. Hal ini menyelisihi petunjuk Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam, sebagaimana dalam sebuah hadits Anas Bin Malik berkata :

كَانَالنَّبِيُّصلىاللهعليهوسلميَغْسِلُ،أَوْكَانَيَغْتَسِلُبِالصَّاعِإِلَىخَمْسَةِأَمْدَادٍوَيَتَوَضَّأُبِالْمُدِّ

“ Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mandi dengan satu sha’ sampai lima mud dan berwudhu dengan satu mud.” (HR. Mutafaqun alaihi)  

1 shaa’ = 4 mud

1 mud = gabungan telapak tangan orang yang sedang (tidak besar dan kecil)

 

Sunnah – sunnah wudhu

Sunnah-sunnah wudhu yaitu siwak, mencuci kedua telapak tangan pada permulaan wudhu, mendahulukan anggota bagian kanan, membasuh jenggot, membasuh tiga kali-tiga kali kecuali membasuh kepala hanya dengan satu kali usapan, disunnahkan berwudhu setiap kali shalat, berdoa setelah berwudhu, shalat dua raka’at setelah berwudhu. Wallahu a’lam bish shawwab.

Sumber: http://www.darussalaf.or.id/fiqih/untukmu-yang-bertanya-tentang-tatacara-wudhu-yang-benar/

 

Fatwa Ulama Seputar Memperingati Hari Ibu 22 Desember

HUKUM MEMPERINGATI HARI IBU

طبيب الطب النبوي Dokter Pengobatan Nabawi

HUKUM MEMPERINGATI HARI IBU

Hari Ibu adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.

Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 8 Maret.

Lalu Bagaimana Hukum Merayakan Hari Ibu itu dilihat dari kacamata Islam ???,

Berikut ini Fatwa dari Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-’Utsaimin Rahimahullah :

Lihat pos aslinya 1.084 kata lagi

[RIP] Rest in Peace

موقع أبي عبد الله سفيان خالد بن إدهام روراي السلفي الأندونيسي

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

RIP BAGI KAFIR TAK MUNGKIN

Pertanyaan: RIP/rest in peace adalah bahasa Inggris yang biasa dipakai Nasrani untuk mendoakan orang mati diantara mereka. Kebetulan adik saya menulis status bbm RIP kemudian nama temannya yang meninggal. Adakah yang tahu asal usul penulisan ini supaya saya bisa membantah adik saya dengan dalil dan hikmah?

Lihat pos aslinya 450 kata lagi

Semut yang Ajaib

Semut yang Ajaib

Pernahkan kita mendengar tentang kata An-Naml? Ya, An-Naml adalah salah satu namasurat dalam Al Quran yang berarti semut. Ternyata, semut memiliki segudang keistimewaan yang membuat mata kita terbelalak karena takjub dengannya.

Coba kita perhatikan baik-baik tentang hewan lemah yang satu ini, dengan kelemahannya dibanding hewan yang lain, ia memiliki kecerdasan dan kecakapan yang tinggi dalam mencari makanan untuk kehidupan sehari-hari. Satu komunitas semut jika ingin mengumpulkan makanan, mereka keluar dari sarangnya secara serempak. Ketika ada yang mendapatkan makanan, yang pertama kali dilakukan adalah membuat jalan yang menghubungkan antara makanan tersebut dengan sarangnya. Lalu dengan segera mereka berusaha untuk memindahkan makanan tersebut ke sarang. Dalam usaha memindah makanan tersebut semut membagi tugas menjadi dua bagian. Satu  berusaha untuk memindahkan makanan ke sarang, yang lainnya menyambut untuk kemudian dibawa masuk dan disimpan ke gudang penyimpanan makanan. Uniknya masing-masing semut tidak saling bercampur tugasnya, mereka melakukannya secara teratur.

Apabila makanan yang ditemukan sangat besar, maka para semut bergotong royong untuk membawanya. Hal ini tak ubahnya seperti manusia yang bergotong royong untuk mengangkat sesuatu yang besar lagi berat. Jadi, semut memiliki insting tolong menolong dan bergotong royong untuk mendapatkan kebaikan bagi mereka.

Adasuatu kisah menarik dari Ibnul Qayyim v tentang semut ini. Dahulu, ada seseorang yang berkisah bahwa suatu saat ia melihat seekor semut sedang mencari makanan. Orang ini pun meletakkan makanan untuk semut tersebut, makanan yang sangat besar. Ketika mendapatkannya, semut ini pun berusaha mengangkatnya namun tidak mampu. Sejenak ia pergi untuk memanggil teman-temannya. Lalu, datanglah semut tersebut dengan sekelompok pasukan semut. Orang ini pun mengangkat makanan tersebut. Mulailah sekelompok semut itu berkeliling untuk mencari makanan tadi, namun mereka tidak mendapatkannya. Pulanglah mereka ke sarangnya tanpa membawa apa-apa. Selang beberapa saat semut itu pun datang kembali ke tempat tersebut untuk mencari makanan. Lalu orang ini meletakkan makanan itu ke tempatnya kembali. Kembali semut itu pun menemukannya dan berusaha mengangkatnya namun tak mampu. Ia pun pulang untuk memanggil teman-temannya. Datanglah kembali rombongan tadi dengan bersemangat untuk mendapatkan makanan yang sangat besar. Namun, lagi-lagi orang ini pun mengangkat makanan tersebut sehingga mereka pulang tanpa membawa apapun. Kejadian ini berulang ketiga kalinya, maka setelah hal ini berulang tiga kali, dan mereka tidak mendapatkan hasil sedikit pun, akhirnya sekelompok semut ini membuat lingkaran dan bersama-sama mengelilingi si semut. Kemudian mereka bersama-sama mengangkat semut tadi dan memotong- motong tubuhnya menjadi beberapa bagian.

Kecerdikan semut yang lain adalah apabila mereka ingin menyimpan biji-bijian sebagai makanan, mereka membelah biji tersebut supaya tidak tumbuh menjadi tanaman. Kalau biji tersebut termasuk biji yang berkeping dua maka mereka potong menjadi empat bagian. Setelah dalam gudang penyimpanan makanan pun biji-bijian tersebut dirawat supaya tetap awet. Tatkala biji tersebut basah atau lembab, mereka mengeluarkan biji-bijian tersebut untuk dijemur dibawah terik matahari agar tidak membusuk, lalu memasukkannya kembali setelah kering. Oleh sebab itulah kita terkadang melihat ada biji-bijian yang terpotong-potong berserakan di sekitar lubang semut lalu dalam waktu sekejap biji-biji itu menghilang kembali.


Demikianlah sekilas mengenai keajaiban semut, tentulah masih banyak keajaiban yang lain yang mengagumkan untuk dibahas. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. [Hammam].

Referensi :Miftah Daris Sa’adah, karya Imam Ibnul Qayyim v. Tashfiyah.net

 

 

 

%d blogger menyukai ini: