Waspadai 5 Penyakit Di Musim Kemarau

 

 

Musim Penghujan telah berganti ke Musim Kemarau pada beberapa tempat di Indonesia pada beberapa pekan belakang ini. Pada Musim Kemarau biasanya menimbulkan dua hal yaitu masalah air dan masalah debu. Keduangya berpotensi menimbulkan beberapa penyakit. Seperti diungkapkan oleh Dr.  Handrawan Nadesul seperti dikutip pada Situs Tabloid Nova. Lantas Apa saja Jenis – Jenis Penyakit yang timbul akibat kedua masalah  tersebut? Mari Kita ikuti penjelasn selengkapnya

 

1. Penyakit saluran pencernaan

Ada beberapa jenis penyakit saluran pencernaan yang sering muncul selama musim kemarau. Kesulitan mendapatkan air bersih akan menimbulkan masalah dalam hal kecukupan air, selain soal kualitas air. Kelangkaan air minum memaksa orang mengonsumsi air minum yang tidak memenuhi standar kesehatan, selain terpaksa membatasi minum.

Selain itu, air mandi pun belum tentu baik untuk kulit. Kualitas air memburuk selama tanah mengalami kekeringan. Selain cenderung menjadi lebih kental, kemungkinan air juga sudah tercemar. Cemaran bisa datang dari limbah dapur, comberan, kakus, industri, atau bisa juga limbah biologis, berupa bibit penyakit. Penyakit kolera, misalnya, yang bisa saja mendadak berjangkit saat musim kemarau. Di beberapa daerah yang memiliki riwayat pernah terjangkit kolera, penyakit yang bisa mewabah ini bisa saja tiba-tiba muncul saat orang susah mendapatkan air bersih.

Bukan hanya dari air minum, cemaran kuman kolera bisa juga dibawa oleh penjaja makanan, gado-gado, rujak, asinan, atau penganan ringan yang kurang bersih penanganannya (lewat food handler). Kebiasaan jajan sembarangan, minum es sirop, es mambo, yang menggunakan air yang tidak dimasak sempurna, bisa menjadi sumber cemaran.

Gejala kolera antara lain serangan diare yang amat hebat, sampai berpuluh-puluh kali dalam sehari mirip kucuran keran, selain muntah. Itu maka dijuluki muntaber. Jangan tunda pergi ke fasilitas kesehatan yang bisa memberi infus cairan. Kalau dekat puskesmas, segera ke puskesmas. Kalau lebih dekat ke rumah sakit, pilih rumah sakit.

Obat infus harus diberikan selekas mungkin. Semakin cepat semakin baik, sambil langsung banyak minum, kalau bisa air teh gula-garam (sesendok gula pasir dicampur seujung sendok garam dapur untuk segelas air). Minum sebanyak yang bisa diminum. Kematian pada kolera lebih disebabkan akibat kekurangan cairan, bukan oleh keganasan kuman koleranya.

Waspadai kebersihan rumah dimana terdapat penderita kolera. Kamar mandi dan kamar kecil perlu diberi larutan lisol pembasmi kuman. Tidak makan tanpa sendok, dan lebih sering membasuh tangan dengan sabun setiap memegang makanan, atau pada saat sebelum makan. Muntahan dan tinja (seperti air kanji) pasien kolera merupakan sumber kuman kolera. Jika benar kolera, pasien harus dirawat di rumah sakit khusus. Rumah sakit umum tidak menerima pasien kolera.

Selain kolera, ada banyak kuman yang bisa menimbulkan diare. Diare dinilai berpenyakit jika frekuensinya lebih dari 5 kali dalam sehari. Kecurigaan bahwa ini diare infeksi (apa pun penyebab infeksinya), bertambah jika diare disertai demam, nyeri kepala, tinja berlendir dan mungkin juga berdarah, mulas sewaktu mengejan, terasa kepingin buang hajat, namun yang keluar sedikit-sedikit.

Selain kolera, yang paling sering menjadi penyebab diare adalah kuman golongan coli. Kuman ini berasal dari cemaran tinja. Kualitas air minum diukur dengan jumlah kuman ini. Semakin banyak kuman ini dalam air, semakin rendah kualitas air minum. Usus yang tercemar kuman ini bikin mencret juga, namun tak sehebat diare pada kolera.
Mencret juga bisa berasal dari infeksi disentri. Disentri ada dua jenis, basil dan parasit amoeba. Dua-duanya diare yang disertai lendir dan darah, mulas, pegal linu, nyeri kepala, dan demam. Semua diare yang disebabkan oleh infeksi, baik kuman, basil, maupun parasit, tidak sembuh hanya diatasi dengan minuman beroralit saja. Minuman oralit hanya mengganti kehilangan cairan tubuh. Jika kuman penyebab infeksi ususnya tidak dibasmi, diare akan terus berlanjut. Maka, pada semua kasus infeksi usus, setelah kehilangan cairannya teratasi dengan infus dan banyak minum, tidak lupa harus memberi antibiotika juga. Perlu diingat, jika diare kurang dari 5 kali dalam sehari dan tidak disertai gejala infeksi seperti demam, nyeri kepala, pegal linu, kemungkinan bukan disebabkan oleh infeksi.

Dalam kasus begini, antibiotika tidak diperlukan. Anak yang batuk-pilek, sedikit demam, bisa saja disertai gejala diare juga. Jika diarenya kurang dari lima kali sehari, tidak mulas (anak tidak bisa bilang), dan satu yang penting, tinja berbau busuk, bau bacin, bau anyir, selain mungkin berlendir (ingus) dan ada darahnya.

Bagaimana dengan obat antimencret? Jika mencretnya tidak hebat-hebat amat, obat antimencret sebetulnya menghalangi mekanisme tubuh mengenyahkan kuman dari usus. Mencret sendiri sesungguhnya mekanisme tubuh melindungi usus agar tidak menyimpan bibit penyakit. Itu maka, kelewat cepat memutuskan minum antimencret dinilai kurang tepat. Pasalnya, dengan menyetop mencret, berarti bibit penyakit tertahan di dalam usus dan kemudian berbiak, yang justru menambah buruk infeksi ususnya.

Demikian pula jika mencret disebabkan oleh ‘masuk angin’. Hampir semua anak yang ‘masuk angin’ selalu disertai mencret noninfeksi. Perut kembung dan mencret berarti upaya tubuh membuang angin dari pencernaan. Mencret begini jangan dihambat oleh obat, biarkan angin keluar. Anak pun jadi lega dan tidak kehilangan selera makan. Kalau perut kembung, anak merasa tidak enak dan jadi malas makan.

2. Penyakit kulit merajalela

Kualitas air yang jelek dan banyak cemaran (minyak, limbah industri, deterjen), tidak sehat buat kulit. Jika kulit sensitif dan air mandi terbatas, dengan mudah penyakit kulit pun akan berjangkit. Mulai dari infeksi kulit berupa gatal-gatal, dan gatal yang berlarut-larut menimbulkan infeksi kulit, lalu menjadi bisul, dan bisul berakhir menjadi borok.

Cemaran air mandi juga bisa menjadi sumber penyakit jamur kulit. Sela-sela kulit yang luput dari sabun mandi dan lembab, akan menjadi sasaran jamur kulit. Gatal di selangkangan, di sela jemari kaki, di lipat lutut, di lipat payudara, atau di lipatan daun telinga, kemungkinan disebabkan oleh jamur kulit.

Kulit menjadi kurang terpelihara kebersihannya jika air mandi langka. Kulit yang alergi mudah berubah menjadi borok kalau kurang bersih. Gatal alergi merangsang orang untuk menggaruk. Menggaruk berarti melukai kulit. Kulit yang terluka, mudah tercemar kuman, apalagi jika kondisinya tidak bersih sebab tidak mandi. Tidak jarang berkembang menjadi borok, atau bisul.

3. Infeksi saluran kemih
Kemungkinan infeksi saluran kemih kambuh, terutama bagi yang punya riwayat anyang-anyangan atau batu kemih, lebih besar selama musim kemarau, apalagi jika kurang minum. Sama halnya selama bulan puasa, musim kemarau juga bisa menjadi pencetus munculnya gangguan saluran kemih. Kurang minum bisa memicu infeksi saluran kemih, jika di saluran kemih sudah sering tercemar infeksi. Kuman berasal dari dubur (pada wanita yang cebok sembarangan, atau keliru arah ceboknya). Akibatnya mudah terinfeksi anyang-anyangan.

Demikian pula orang yang sudah mengidap batu di saluran kemihnya. Batu bisa di ginjal, di saluran ureter, atau di buli-buli atau kandung kemih. Jika kurang minum, air seni lebih kental, dan kristal pembentuk batu lebih berpeluang untuk mengendap, terlebih jika disertai dengan infeksi. Adanya kristal batu, sedang terinfeksi kemih, kurang minum, serta sering menahan kencing, adalah faktor-faktor yang mempermudah pembentukan batu, batu kemih yang sudah ada menjadi lebih besar.

Juga batu yang tadinya tidak mengganggu, mungkin akan membesar, atau bergerak menyumbat saluran kemih, atau menyumbat dalam struktur ginjal, sehingga muncul serangan kolik, yaitu nyeri hebat melilit.

4. Kemarau bikin radang rongga hidung, dan sesak napas

Betul, udara kering berdebu bikin radang rongga hidung kambuh. Orang yang rongga hidungnya tergolong alergi atau lemah akan mudah mengalami peradangan selaput lendir rongga hidung. Dalam rongga hidung tumbuh kerak-kerak yang tidak nyaman. Semakin kerak dikorek, semakin menjadi-jadi tumbuhnya semacam kotoran hidung itu.

Selain itu, bagi pengidap asma, udara kering berdebu juga akan memperlemah keadaan asmanya. Dalam udara berdebu juga mungkin terbawa bibit penyakit, termasuk basil TBC. Saluran napas orang asma lebih lemah dibanding orang normal. Maka, kekambuhan asma atau serangan infeksi pernapasan lebih mudah menyerang pengidap asma.

Awalnya mungkin cuma sesak napas. Debu kering dan kuman yang dibawanya menambah risiko terserang infeksi pernapasan. Asma yang terinfeksi juga membutuhkan antibiotika selain antiasma. Asma yang ditunggangi infeksi akan lebih sukar sembuh jika tidak ditambah antibiotika. Tandanya, selain gejala sesak, dahak sudah berwarna kuning hijau.

5. Penyakit mata merah


Udara kemarau yang kering berdebu juga sering mencetuskan wabah penyakit mata merah, sekurang-kurangnya peradangan akibat debu. Maka, kebersihan dan perlindungan terhadap mata perlu ditingkatkan.

Jangan biasakan mengucek-ucek mata. Gunakan saputangan atau tisu kalau mata terasa gatal. Mata yang mendadak seperti kelilipan atau terasa ada yang mengganjal, kemungkinan merupakan awal dari infeksi mata merah. Jika keluhan begini terus berlanjut dan di putih mata mulai menampakkan kemerahan, hampir pasti infeksi mata merah-lah penyebabnya.

Infeksi mata merah tidak bisa diatasi dengan obat tetes warung, melainan butuh obat tetes mata antibiotika. Namun, mata merah saja belum tentu infeksi jika tidak disertai nyeri, banyak keluar air mata, serta banyaknya kotoran mata. Orang yang alergi, matanya mudah menjadi merah, tapi tanpa disertai gejala infeksi, seperti rasa gatal, perih, mengganjal, dan banyak kotoran mata, terutama waktu bangun tidur pagi hari.
Untuk memelihara kebersihan bola mata, biasakan membasuh bola mata dengan menggunakan larutan boor water, yang bisa dibeli bebas di apotek. Dengan menggunakan gelas khusus yang disungkupkan ke mata, sehingga bola mata terendam, kebersihan mata pun akan terjaga, sebab terbebas dari semua debu dan kotoran yang memasuki mata, selain membasmi bibit penyakit juga.

About Abdurrazaq

nama saya : Abdurrazaq Abu Muhammad Yansa Maulana Bahtiar beralamat di sumberlawang kab sragen GM: nccaster@gmail.com facebook: www.facebook.com/ncca19 ncca19.wordpress.com

Posted on 21 Agustus 2010, in Kesehatan and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: